Selamat Jalan Sahabatku Dufi..

Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Pagi buta, grup whatsapp kawan media ramai dengan berita penemuan mayat dalam drum. Mayat yang diduga adalah pekerja media itu membuat kalangan wartawan penasaran.

“Lalu saya pun intensif mengikuti setiap perkembangan beritanya,” kata Joko Intarto, BPH Lazismu, kepada menara62.com.

“Saya tersentak. Kaget. Mayat yang ditemukan di dalam drum yang sedang heboh itu, ternyata jasad kawan saya,” lanjut Joko yang juga mantan wartawan Jawa Pos group.

Adalah Abdullah Fithri Setiawan atau akrab dipanggil Mas Dufi. Pria berusia 42 tahun tersebut dikenal Joko sebagai seorang pekerja keras dan memiliki idealisme yang tinggi.

“Saya mengenal baik, karena Mas Dufi adalah salah satu teman kerja saat saya merintis koran Indo Pos, salah satu koran milik Jawa Pos group,” lanjutnya.

Dufi sebelumnya merintis karier sebagai wartawan di koran Rakyat Merdeka, kemudian bergabung menjadi manager pemasaran iklan. “Sampai saya pindah ke Jak TV dua tahun kemudian.”

Sekitar tahun 2008, Dufi pindah kerja ke Berita Satu, media milik Lippo. Meski sudah pindah, Joko masih sempat bekerjasama membuat konten untuk program kultum jelang magrib.

“Menjelang Ramadhan yang lalu, saya bertemu Dufi seusai Jumatan di Masjid At-Taqwa. Di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng. Dufi sudah pindah kerja di iNews TV. Media milik MNC,” katanya.

Joko mengaku itulah pertemuan terakhir dengan almarhum Dufi. Pria yang sudah bergitu banyak malang melintang dalam dunia wartawan.

Almarhum Dufi dikatakan Pimpinan Redaksi Menara62.com, Imam Prihadiyoko sudah dekat dengan Muhammadiyah sejak lama. Sebelum memutuskan bergabung dengan TVMu, almarhum sudah bergabung di PCM Pandeglang, Banten.

“Pekan lalu, usai shalat ashar di masjid PP Muhammadiyah,  saya sempat ngobrol dengan almarhum. Ia bahkan berencana bergabung juga dengan Menara62.com sebagai marketing,” kata Imam.

Rupanya Allah berkehendak lain. Belum terealisasi rencananya, almarhum sudah keburu dipanggil untuk menghadap, kembali kepangkuan-Nya.

Jenazah almarhum Dufi telah diistirahatkan dipemakaman TPU Semper Jakarta Utara. Beberapa kru TVMu dan perwakilan Muhammadiyah nampak hadir di loksi.

Almarhum meninggalkan seorang istri Bayu Yuniarti dan enak orang anak. Tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Masing-masing adalah Rifda, 17, Najwa 15, Aisyah, 13, Fahri, 10, Jamal, 8, dan Tamam 6.

Bayu Yuniarti mengaku sejak Jumat sore, telepon genggam alhamrhum sudah tidak bisa dihubungi.

Bayu Yuniarti sendiri tercatat sebagai ketua angkatan 92 Fakultas Tehnik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Semoga kerja keras kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan almarhum Dufi segera membuahkan hasil.

Selamat jalan sahabat..Allah sudah menyediakan jannah-Nya untuk menyambutmu..