UAD Tuan Rumah POMDA Catur

Warek III UAD, Dr Abdul Fadlil menjalankan kuda tanda dimulai POMDA Catur di Kampus 4 Yogyakarta, Senin (3/12/2018). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2018 cabang Catur. Sebanyak 43 atlet catur yang terdiri 30 putra dan 13 putri dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/S) yang mengikuti lomba ini.

Dijelaskan Ketua Panitia POMDA DIY Cabang Catur, Dr Dedi Pramono, MHum perguruan tinggi yang mengikuti lomba cabang catur adalah UAD, Universitas Kristen Immanuel (UKRIM), Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas), Universitas Widya Mataram (UWM), Universitas Mercu Buana (UMB), Politeknik LPP, Stikes Bethesda Yakkum, Akademi Pertanian Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Akademi Keperawatan (AKPER) Notokusumo, Akademi Perindustrian, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN, dan STIMIK Akakom.

“Kalau melihat jumlah perguruan tinggi yang ada DIY lebih dari 110, tetapi hanya 16 yang mengikuti. Ini masih minim, dan ke depan perlu ditingkatkan lagi agar peserta lebih banyak,” kata Dedi yang juga Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD.

Lebih lanjut Dedi mengatakan menyelenggarakan lomba olahraga bagi mahasiswa menjadi kewajiban Bimawa). Hal ini dimasudkan agar bisa memberikan semangat kepada mahasiswa untuk berolahraga dan mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). .

“Kita berani menjadi tuan rumah Catur, meskipun belum memiliki UKM. Itu di Kempo, juga belum ada UKM-nya. Tetapi mahasiswa UAD bisa mendapatkan medali emas dan perak dalam kejuaraan beberapa waktu lalu. Ini untuk mendorong agar mahasiswa mempunyai semangat untuk berolahraga beragam bentuk dan beragam cabangnya,” kata Dedi.

Sedang Wakil Rektor III UAD, Dr Abdul Fadlil mengatakan Catur merupakan olahraga istimewa yang menggunakan otak. Sebab untuk memenangkan pertandingan membutuhkan pengaturan strategi.

“Kemampuan mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan atau persaingan ini sangat dibutuhkan generasi milenial. Selain itu, POMDA ini diharapkan dapat menelorkan atlet catur yang akan dikirim ke POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional,red),” kata Fadlil.

Sementara Jumaryanto, wasit pertandingan mengatakan peserta yang boleh ikut dalam POMDA DIY 2018 adalah perguruan tinggi yang sudah tergabung dalam Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (BAPOMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Sebab nanti, jika atlet lolos ke ajang nasional akan maju atas nama BAPOMI DIY, bukan dari perguruan tingginya,” kata Jumaryanto.