Pentas Teater Mahasiswa PBSI UM Kupang sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

KUPANG, NTT, MENARA62.COM — Pementasan Drama “Perempuan Sebelum Fajar” karya dan Sutradara Sayyidati Hajar dipentaskan pada acara Global Migration Film Festival (GMFF) 2018 sebagai bentuk pengabdian masyarakat Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Kupang melalui Komunitas Sastra Pondok Aspira. NTT sebagai penyumbang angka tertinggi kematian migran di indonesian menjadi tema yang diusung dalam pementasan. GMFF 2018 dilaksanakan di Kupang pada tanggal 30-1 Desember 2018 oleh Komunitas Film Kupang (KFK) bekerja sama dengan Internasional Organization of Migration (IOM). Selasin di Kupang GMFF juga dilaksanakan serentak di seluruh dunia.

Pementasan drama berdurasi 15 menit yang bercerita tentang seorang ibu dengan 4 anak yang membutuhkan biaya sekolah dan suaminya yang sakit parah sehingga ekomominya semakin terhimpit. Dalam keadaan seperti itu anak perempuannya Delcia ingin berhenti sekolah untuk membantunya mencari nafkah agar adik-adiknya sekolah.  Akan tetapi ibunya melarang dan menyatakan ialah yang akan pergi.  Delcia harus tetap sekolah, menjaga adik-adiknya, dan merawat bapaknya.

Pada suatu malam Delcia dan ibunya keluar bersamaan untuk berangkat kerja ke luar negeri. Keduanya bentengkar hebat dan akhirnya hanya ada satu perempuan yang pergi dari rumah itu. Perempuan itu adalah ibunya. Bagi ibunya, ialah yang bertanggung jawab melahirkannya mereka semua, maka ia pula yang bertanggung jawab menghidupi mereka.

Pementasan drama ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Prodi PBSI.  Sayyidati Hajar sebagai penulis naskah adalah dosen sekaligus aktris dalam pementasan tersebut. Pementasan berlangsung di Aula Museum Daerah NTT pada malam terakhir GMFF tanggal 1 Desember 2018.