Sayembara Novel DKJ 2018 Lahirkan Novelis-novelis Baru

JAKARTA, MENARA62.COM – Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2018 telah berakhir. Beberapa nama dimunculkan sebagai nama-nama yang naskahnya lolos seleksi oleh dewan juri yang telah menerima naskah sejak awal perhetalatan sayembara tersebut pada Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2018 di Gedung Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Pada tahun ini, sayembara yang digelar oleh DKJ melalui Komite Sastra yang terdiri atas Yusi Avianto Pareanom, Yahya Andi Saputra, Aini Sani Hutasoit, dan Linda Christanty berharap dengan diselenggarakannya program tersebut dapat melahirkan penulis-penulis Indonesia dengan karya bermutu.

“Tahun ini, ada 271 naskah yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia. Dibandingkan penyelenggaran 2016 yang berhasil menarik 343 naskah, angka tahun ini turun signigikan. Meskipun demikian, dewan juri bersepakat bahwa kualitas naskah tahun ini yang terpilih menjadi 20 besar sangat menjanjikan sehingga penilaian menentukan pemenang sangat ketat. Kami berharap naskah-naskah pemenang ini bisa menjadi acuan kualitas kekaryaan di Indonesia sehingga sayembara tidak berhenti menjadi sekadar tradisi tahunan,” kata Yusi Avianto.

Sayembara tahun ini dibuka pada bulan Maret dan ditutup bulan Juli 2018. Dewan juri pada tahun ini terdiri atas A.S. Laksana, Nukila Amal, dan Martin Suryajaya. Dalam salah satu pertanggungjawabannya, dewan jurin menyampaikan bahwa, tahun ini perkembangan sastra Indonesia semakin sehat. Hal itu dapat dilihat oleh banyaknya peserta sayembara yang terdiri atas berbagai daerah di Indonesia.

“Perkembangan sastra Indonesia tahun-tahun belakangan ini menunjunkkan gejala yang sehat. Maraknya perhelatan sastra yang bertaraf internasional, ramainya diskusi sastra di berbagai derah, serta tumbuhnya ruang-ruang literasi publik dapat dibaca sebagai petunjuk penguatan sastra Indonesia,” ujar Martin S, dalam pertanggungjawabannya pada Malam Anugerah Novel Sayembara DKJ 2018.

Tahun ini, dewan juri memilih dan memutuskan tiga pemenang, yaitu “Balada Supri”, karya Mochammad Nasrullah sebagai juara ketiga, “Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman” karya Ahmad Mustafa sebagai juara kedua, dan “Orang-orang Oetimu” karya Felix K. Nesi sebagai juara pertama.