Kerjasama Fakultas Pertanian UM Palangkaraya Dengan MCU Berlanjut
Kerjasama Fakultas Pertanian UM Palangkaraya Dengan MCU Berlanjut. Siti Maimunah, Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UM Palangkaraya.

PALANGKARAYA, MENARA62.COM — Kerjasama Fakultas Pertanian UM Palangkaraya dengan MCU berlanjut. Kepastian itu setelah VIPP Meeting bersama Michigan State University (MSU) di
East Lansing Michigan US, pada 1-9 December 2018 dengan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya.

Dalam laporan kegiatan untuk Kegiatan Kerjasama Kehutanan dan Lingkungan
antara MSU dan Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Faperhut) UM Palangkaraya, Siti Maimunah SHut MP, Dekan Fapertahut UM Palangkaraya.

Kerjasama Fakultas Pertanian UM Palangkaraya Dengan MCU Berlanjut
Siti Maimunah, Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UM Palangkaraya.

Siti menjelaskan, visiting International Proffesional Program (VIPP) adalah suatu program yang diselenggarakan oleh MSU dalam kerjasama tingkat internasional bersama kolega di berbagai negara di dunia, antara lain dengan Indonesia.

Dibantu oleh USAID Lestari, MSU melakukan kerjasama bidang Pertanian dan Kehutanan khususnya untuk membantu mengatasi Climate Change. Di Indonesia, antara lain dilakukan dengan kerjasama bidang ilmu pengetahuan yang dilaksanakan antar universitas dari kedua negara, USA dan Indonesia.

Siti menjelaskan, dibantu oleh IPB, kegiatan ini dilaksanakan di tingkat site yaitu Kalimantan Tengah. Ditingkat lokal, terpilihlah dua universitas setempat yang digandeng untuk kerjasama yaitu Universitas Palangka Raya sebagai Universitas Negeri di Kalimantan Tengah dan UM Palangkaraya. Secara teknis, kerjadama ini dipimpin oleh Fapertahut UM Palangkaraya, sebagai Universitas Swasta yang maju dalam bidang Kehutanan hingga tingkat Internasional.

“Untuk kesekian kalinya Fapertahut mengikuti kegiatan tingkat Internasional,” ujarnya.

Kali ini, menurut Siti, UM Palangkaraya mengajukan kegiatan VIPP ini untuk pelatihan Pengelolaan Laboratorium Lapangan dan Laboratorium Pertanian dan Pelatihan Bahasa Inggris untuk riset bagi dosen. Selain itu, juga ada kegiatan Kajian Islam Modern dalam mengelola lingkungan dan Konservasi Hutan yang akan digelar dalam bentuk simposium internasional.

Ia menjelaskan, untuk kajian lingkungan vs Islam modern akan diselenggarakan tahun depan. Kajian ini diselenggarakan di MSU. UM Palangkaraya dibantu MLH PPM akan mengundang pihak Islamic Center MSU, untuk membuat kajian internasional tentang Islam dan Lingkungan khusus untuk konservasi hutan.

“Semoga dengan terjalinnya kerjasama internasional ini akan semakin membuka wacana kita sebagai lembaga Islam modern tentang hutan dan lingkungan dan harapannya dunia internasional semakin bijak menilai Islam sebagai agama rahmatan lil alamin dan agama yang mencintai kedamaian. Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar Siti.