Puluhan Lembaga dan Perusahaan Raih Penghargaan TOP IT & TELCO 2018

Keterangan pers terkait anugerah TOP IT & TELCO 2018

JAKARTA, MENARA62.COM– Puluhan lembaga dan perusahaan peroleh penghargaan TOP IT & TELCO 2018 dari Majalah It Works, Kamis (6/12). IT & TELCO adalah anugerah bagi lembaga baik pemerintah maupun swasta yang dinilai berhasil membangun sistem kerja dan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan IT & TELCO itu sendiri merupakan penghargaan terbesar dan  paling kredibel di Indonesia. Penilaiannya dilakukan secara obyektif dan independen oleh para pakar IT. Anugerah TOP IT & TELCO 2018 ini, merupakan event tahunan yang ke-5, sejak pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2014.

M Lutfi Handayani, MM, MBA, Ketua Penyelenggara sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works mengatakan kegiatan TOP IT & TELCO ini, tak sekedar ajang penilaian dan penghargaan semata. Ada banyak manfaat yang diperoleh peserta diantaranya Sesi Nilai Tambah. Sesi ini berupa pendapat, saran, dan masukan dari Dewan Juri kepada Peserta untuk pengembangan solusi IT & TELCO-nya kedepan.

“Sesi Nilai Tambah diberikan kepada peserta, pada saat mengikuti wawancara penjurian,” jelas Lutfi.

Selain itu, peserta dapat belajar dari peserta lainnya, melalui presentasi peserta yang bukan kompetitor bisnisnya. Banyak peserta yang sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, karena seolah mendapat konsultasi IT “gratis”.

Lutfi menjelaskan, tahun ini kegiatan TOP IT & TELCO ini diikuti oleh 200 perusahaan dan instansi terbaik yang direkomendasikan oleh para pakar IT TELCO. Dari jumlah tersebut tim juri memilih 150 perusahaan untuk maju babak finalis.

Ada 3 metode penilaian yang dilakukan. Yakni kuesioner dan wawancara penjurian untuk menilai keberhasilan implementasi dan pemanfaatan solusi TI TELCOnya. Lalu kuesioner dan riset tentang rekomendasi user IT TELCO untuk penilaian kategori Business Solution. Dan terakhir adalah Market Research di enam kota besar yaitu Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Medan, Makasar, dan Balikpapan, mendapatkan index penilaian customer/ masyarakat terhadap produk-produk IT TELCO.

Tahun ini lanjut Lutfi, TOP IT & TELCO 2018 mengangkat tema  Great IT for Great Business & Government.

“Artinya, dengan membangun Solusi IT & TELCO yang hebat, maka kita akan dapat membangun bisnis dan pemerintahan yang hebat pula, terutama dalam mengadapi era digital yang bersifat disruptive ini,” tukasnya.

Event TOP IT & TELCO 2018 ini diselenggarakan oleh majalah It Works, yang bekerjasama dengan beberapa asosiasi TI TELCO dan Konsultan TI Independen. Majalah It Works adalah penyempurnaan dari Itech, dimana majalah Itech sudah tidak diterbitkan lagi oleh PT Madani Solusi Internasional, karena sudah disempurnakan menjadi majalah It Works.

Implementasi TI TELCO

Menurut Lutfi, dinamika baru di era digital, memaksa kita untuk terus melakukan implementasi dan inovasi TI TELCO. Internet of Thing (IoT), Big data, Blockchain, Cloud computing, Artificial Intelligence (AI), Digital smart concept, Financial technology (fintech) serta beberapa tren baru lainnya, terus berkembang.

Never ending to improvement & innovation menjadi kunci penting agar bisa terus eksis dan berdaya saing tinggi di era pasar global, baik bagi pelaku bisnis dan instansi pemerintahanseperti kementerian dan lembaga, serta pemerintahan provinsi, kota, dan kabupaten,” jelas Lutfi.

Terkait dinamika tersebut, jelasnya, pemerintah telah menunjukkan komitmen IT yang tinggi. Peraturan Presiden (Perpres) No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), telah  ditetapkan pada 2 Oktober 2018 lalu. Perpres SPBE tersebut telah menjadi angin segar tentang tingginya komitmen pengelolaan pemerintah berbasis IT, untuk mewujudkan proses kerja pemerintahan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut makin jelas, ketika Presiden Jokowi juga mendorong pelaku bisnis untuk masuk ke era Industri 4.0 (atau dikenal Four point O Industry). Pemerintah RI telah mencanangkan “Making Indonesia 4.0” sebagai roadmap (peta jalan utama) menuju era Industri 4.0 yang sarat dengan penggunaan teknologi informasi dan digitalisasi IoT (Internet of thing).

Diakui Lutfi, bagi pelaku bisnis, penggunaan solusi digital IT TELCO, sudah menjadi salah satu kebutuhan utama. Jika tidak ingin terlibat di era digital yang disruptive, maka penggunaan solusi TI TELCO berbasis digital, mutlak diperlukan.

Temuan Penting

Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin MSc. MEng., Ketua Dewan Juri TOP IT & TELCO 2018 menyampaikan beberapa temuan penting selama proses penilaian berlangsung. Diantaranya adalah pertama selain fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi TI TELCO, sebaiknya manajemen perusahaan dan instansi pemerintahan, juga harus membangun IT Culture, agar pemanfaatan solusi IT TELCO-nya menjadi maksimal.

Kedua, IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional kita jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistema keamanan IT kita masih lemah.

Oleh karena itu, dewan juri merekomendasikan penggunaan Blockchain dalam pengembangan solusi digital kedepan. Blockchain dirancang agar aman (secure by design) dan merupakan contoh sistem komputasi terdistribusi dengan Byzantine Fault Tolerance (BFT) yang tinggi sebagai smart contacts.

Konsensus terdesentralisasi dapat dicapai dengan blockchain yang membuat teknologi ini cocok untuk merekam peristiwa, catatan medis, catatan transaksi keuangan digital, dan aktivitas pengelolaan record lainnya. Seperti manajemen identitas, pemrosesan transaksi keuangan, dokumentasi barang bukti, pelacakan (tracking system), hingga aplikasi system kepemerintahan seperti pemungutan suara (voting) yang membutuhkan sistem keamanan tinggi.

Ketiga pentingnya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang didevelop oleh Pemerintahan Pusat, yang digunakan/ diinput oleh instansi daerah. Ada sekitar 45 aplikasi dari beberapa Kementerian  dan Lembaga di pusat, yang harus digunakan dan diinput datanya oleh instansi di daerah.

“Begitu data sudah ditarik ke pusat, maka ketika Pemda memerlukan data yang sama, mereka harus melakukan input data ulang,” kata Laode.

Selain menjadi tidak efisien karena harus melakukan input data dua kali, data yang dihasilkan pun seringkali berbeda. Jadi tidak heran, jika data masing-masing instansi di negeri ini, seringkali berbeda. Oleh karena itu perlu ada Goverment Platform untuk aplikasi-aplikasi layanan publik.

Adapun kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah dan perusahaan yang memperoleh penghargaan TOP IT & TELCO diantaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenhub, Kementan, Kemenkes, LKPP, LAPAN, BATAN, PT Wijaya Karya Beton, RS Pelni, PT Waskita Karya (Tbk), Pemda Denpasar, Pemkot Cirebon, Pemot Tangerang dan lainnya.