Evakuasi warga Pulau Sebes
Proses evakuasi penduduk Pulau Sebesi. (ist/lampungpost)
LAMPUNG SELATAN, MENARA62.COM – Meski pemerintah telah meminta agar warga Pulau Sebesi dan Sebuku mengungsi, tetapi hingga kini masih ada ratusan warga di dua pulau tersebut memilih bertahan. Alasannya, Gunung Anak Krakatau masih aman.

“Memang masih ada warga yang bertahan di lokasi dan enggan dievakulasi dengan alasan mereka tidak ingin meninggalkan rumahnya,” kata Plt Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan, M Sepri Masdian seperti dikutip dari Antara, Sabtu (29/12).

Jumlah warga yang bertahan kata Sepri masih ada kisaran ratusan di Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku. Alasan mereka Gunung Anak Krakatau masih aman dan mungkin itu tanah leluhur sehingga mereka tidak mau meninggalkannya.

Sepri melanjutkan, meskipun masih ada warga yang bertahan, pihaknya terus mengirimkan bantuan logistik yang dibutuhkan untuk warga di dua pulau tersebut. Pihaknya telah mengirimkan logistik untuk tujuh hari kedepan.

“Kemarin kita kirim bantuan kisaran 80-an untuk di Pulau Sebuku dan kisaran 400 hingga 500-an untuk di Pulau Sebesi. Kita berikan bantuan bermacam-macam logistik dan cukup untuk seminggu kedepan,” kata dia menerangkan.

Dia menambahkan, pihaknya terus mengimbau warga yang enggan dievakuasi untuk menjauhi Gunung Anak Krakatau (GAK) seperti instruksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita terus mengajak, karena salah satu tugas pemerintah adalah melindungi warga ,” kata dia.

Sampai pada hari ke enam pascatsunami Selat Sunda, kondisi gelombang perairan Pantai Selatan dalam keadaan normal. Sampai saat ini, tim Satuan Tugas (Satgas) terlihat bersama relawan dan warga sekitar membersihkan puing-puing reruntuhan bahan bangunan.

Data korban jiwa tsunami sampai hari ini mencapai sebanyak 116 orang. Selain itu sebanyak 14 orang masih dalam pencarian tim Satgas gabungan. Untuk data korban yang mengalami luka-luka yang masih dalam perawatan sebanyak 51 orang.