korban tsunami di lampung
Kantor Gubernur Lampung dipadati pengungsi korban tsunami. (ist/antara)
BANDARLAMPUNG, MENARA62.COM – Anak-anak pengungsi korban tsunami Selat Sunda sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah seperti seragm, perlengkapan tulis dan sepatu. Awal tahun 2019 mereka akan kembali ke aktivitas sekolahnya kembali setelah libur akhir semester pertama selama dua pekan.

Mengingat  awal tahun 2019 mereka sudah mulai masuk sekolah, kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni.

“Dibutuhkan anak-anak pengungsi adalah perlengkapan sekolah karena mereka sebentar lagi mulai masuk sekolah,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni seperti dikutip dari Antara, Senin (1/1).

Tsunami yang menerjang rumah para pengungsi telah menghancurkan ratusan rumah dan membuat semua pakaian sekolah anak-anak, juga buku dan tas hilang dan rusak .

“Hampir rata-rata masyarakat yang mengungsi itu kehilangan tempat tinggal khususnya di Kalianda Lampung Selatan. Semoga bantuan perlengkapan sekolah bisa segera datang untuk para korban tsunami,” katanya.

Sumarju menjelaskan, anak-anak mulai masuk sekolah pada 7 Januari 2019. Dan kini mereka sebagian masih tinggal di pengungsian. Dengan kondisi seperti ini, mereka sangat membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah.

Hingga saat ini ratusan pengungsi masih bertahan di Kantor Gubernur Lampung, mereka belum mau kembali ke rumah, karena masih khawatir dengan tsunami susulan mengingat kondisi Gunung Anak Krakatau juga belum benar-benar aman.