Festival Janadriyah
Seorang siwa Sekolah Indonesia di Riyadh tampil pada Festival Janadriyah. (ist)

RIYADH, MENARA62.COM – Sebanyak 170 siswa Indonesia dari tiga sekolah Indonesia di Arab Saudi tampil memukau pada panggung seni festival Janadriyah. Ratusan siswa tersebut secara bergantian tampil mengisi pertunjukan seni selama festival berlangsung.

“Para pelajar sekolah-sekolah Indonesia yang ada di Arab Saudi merupakan duta budaya kita,” kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Ahmad Ubaedillah dalam siaran persnya, Rabu (9/1).

Ratusan siswa tersebut berasal dari Sekolah Indonesia Riyadh 100 siswa, Sekolah Indonesia Jeddah mengirimkan 40 siswa, dan Sekolah Indonesia Mekkah mengirimkan 30 siswa.

“Para pelajar SILN ini menjadi duta budaya kita. Mereka berlatih di sekolah, dan mereka itu betul-betul all out,” lanjut Ubaedillah.

Diakui Ubaedillah tidak semua pelajar SILN diperbolehkan tampil di Festival Janadriyah. Ada batasan atau ketentuan yang harus diikuti sesuai dengan aturan yang berlaku di Arab Saudi.

“Bagaimanapun juga kita harus menghargai hukum yang berlaku di Arab Saudi, misalnya perempuan yang sudah aqil baligh tidak boleh menyanyi atau menari. Jadi yang ditampilkan adalah anak-anak SMP dan SD. Kita hormati ketentuan yang berlaku di sini,” tuturnya.

Namun, tidak ikut tampil dalam pertunjukan seni tak membuat siswa SMA di SILN Arab Saudi lepas tangan dari Festival Janadriyah. Baik siswa maupun guru dan staf sekolah, semua bekerja sama untuk mengharumkan nama Indonesia di Festival Janadriyah ke-33.

Beberapa pertunjukan seni yang ditampilkan pelajar SILN antara lain Pencak Silat, Tari Kreasi Kuda Lumping, Tari Maung Lugay, Tari Badindin, dan Tari Ondel-Ondel. Bahkan mereka juga menyajikan beberapa sendratari, seperti Sendratari “Roti Island” dari Nusa Tenggara Timur, Sendratari “Mangose Padan” Asal Mula Danau Toba Sumatera Utara, dan Sendratari “Ande-ande Lumut” dari Jawa.

Ada juga penampilan dari siswa SILN yang tampil menyanyikan lagu-lagu daerah dengan diiringi alat musik tradisional yang dimainkan siswa lain, seperti angklung dan gendang.

Farha Unsil Habieb, siswi kelas VIII Sekolah Indonesia Riyadh menyatakan kebanggaannya bisa berpartisipasi dalam Festival Janadriyah ke-33, di mana Indonesia menjadi tamu kehormatan.

“Saya lihat dari awal Janadriyah, semuanya semangat banget, bangga sebagai orang Indonesia menampilkan budaya Indonesia kepada orang-orang Arab yang jarang lihat penampilan seni seperti ini,” tutur gadis yang sejak lahir sudah tinggal di Riyadh itu.

Ia berharap, siswa maupun masyarakat Indonesia lainnya yang tinggal di negara lain pun semakin bersemangat mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Bagi Farha, mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Arab Saudi menjadi suatu hal yang membanggakan dilakukannya. Ia kerap mengangkat budaya Indonesia dalam sebuah obrolan dengan masyarakat Arab Saudi.

“Awalnya lagi iseng aja. Ketemu, lalu duduk bareng. Terus ditanya, di Indonesia ada apa aja? Kadang jelasin pakai bahasa Arab, tapi ada juga yang bisa bahasa Inggris,” tutur Farha.

Ditanya mengenai perbedaan bersekolah di SILN dengan di Indonesia, ia menuturkan, jumlah teman sekolah di SILN terbatas, tidak seperti di Indonesia.

“Kalau di Indonesia kan setiap kelas ada kelas A, B, atau C. Di sini kelasnya satu aja. Sekolahnya dari TK sampai SMA satu gedung, jadi temannya itu-itu aja,” ungkapnya.

Namun, Farha menyadari, sebagai anak Indonesia, kehadirannya di negara lain menjadikan dirinya dan teman-temannya sebagai duta budaya Indonesia di Arab Saudi. Ia pun berpesan kepada seluruh anak Indonesia agar tetap melestarikan budaya Indonesia di manapun berada.

“Pokoknya tetap lestarikan budaya Indonesia. Jangan sampai budaya kita luntur karena budaya dari luar masuk. Jadi bikin Indonesia bangga bukan dengan budaya lain, tapi dengan budaya kita sendiri yang bisa ditampilkan ke negara lain,” katanya dengan semangat.