BNPB Ingatkan Bencana Puting Beliung Meningkat

Angin puting beliung
Atap rumah warga Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung rusak akibat puting beliung. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan bencana angin puting beliung cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Beberapa penyebabnya antara lain perubahan penggunaan lahan, dampak perubahan iklim yang menyebabkan makin meningkatnya ketidaksatabilan dinamika atmosfer lokal, dan aktivitas penduduk lainnya.

“Kami imbau untuk hati-hati karena memang angin puting beliung ada kecenderungan meningkat,” kata Kepala Humas dan Pusat Data BNPB Sutopo Purwo Nugroho Jumat (11/1).

Bencana puting beliung terbaru melanda Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat pada Jumat (11/1) sore sekitar pukul 15.15 WIB. Puting beliung tersebut menyebabkan rumah penduduk rusak dan pohon tumbang.

Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Bandung dampak puting beliung tercatat 1 orang luka berat, 15 orang luka ringan, 15 rumah rusak berat, 71 rumah rusak ringan dan lebih dari 300 rumah rusak yang belum dikelompokkan tingkat kerusakannya. Diperkirakan jumlah kerusakan rumah dan bangunan bertambah karena pendataan masih berlangsung.

“Daerah yang mengalami kerusakan antara lain  Perum Rancaekek Kencana Blok 16 RW 16. RW 08 Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek, dan beberapa perumahan lain. Atap rumah banyak yang diterbangkan oleh puting beliung,” jelas Sutopo dalam siaran persnya.

Sebelum kejadian, pagi cuaca cerah kemudian pada siang awan-awan banyak terbentuk dan terdapat awan Cumulonimbus yang menutup daerah di Rancaekek dan sekitarnya. Langit terlihat mendung dan cuaca gerah atau sumug. Menjelang sore kemudian bertiup angin yang makin lama makin kencang disertai hujan berintensitas sedang hingga tinggi. Puting beliung terlihat di langit sesaat.

BPBD Kabupaten Bandung saat ini masih melakukan pendataan. Pemasangan tenda pengungsi oleh TNI dan Brimob Polda Jabar didirikan untuk menampung sebagian masyarakat yang mengungsi. Tagana, BPBD dan relawab membantu pengungsi. Kondisi listrik masih padam.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsi sementara, terpal, alat penerangan, bahan makanan dan air bersih.