Jangkrik Serbu Masjidil Haram, Ini Penjelasan Pakar Hewan

Serangga di Masjidil Haram
Ribuan serangga serbu Masjidil Haram. (ist)

MEKKAH, MENARA62.COM – Serangga sejenis jangkrik menyerbu Masjidil Haram sejak akhir pekan lalu. Fenomena langka tersebut membuat warga dan juga jamaah terheran-heran.

“Seumur saya tinggal di Mekkah, belum pernah mendapati serbuan serangga seperti ini,” kata Abdul Wahab, warga Mekkah seperti dikutip dari Gulf Business dan The National, Jumat (11/1).

Jangkrik yang diduga jumlahnya mencapai ribuan ekor tersebut menempel tidak hanya dilantai Masjidil Haram, tetapi juga dinding masjid. Bahkan juga menempel di pakaian jamaah yang sedang berada di Masjidil Haram.

Emirat Propinsi Mekkah berupaya menghalau jutaan serangga tersebut dengan berbagai cara seperti penyemprotan ke sumber-sumber perkembangbiakan serangga. Seluruh lubang air, saluran yang berada di sekitar Masjidil Haram telah disemprot cairan serangga.

Sebanyak 22 tim yang beranggotakan 138 petugas melakukan pembersihan juga pengasapan desinfeksi pada saluran-saluran air di kompleks Masjidil Haram juga di jalanan kota Mekah, yang disinyalir menjadi area reproduksi dan pembiakan serangga-serangga itu.

Fenomena munculnya jutaan jangkrik di masjidil Haram, diakui pakar satwa liar WWF Dr Jacky Judas terheran-heran.

“Ini merupakan kali pertama bagi saya untuk melihat spesies ini dalam jumlah besar. Saya tidak terkejut jika orang-orang mengatakan hal yang sama. Saya tidak pernah melihat spesies ini dalam jumlah sebanyak ini,” ucapnya seperti dikutip dari detik.

Menurut Dr Judas, fenomena ini bisa saja datang dari area-area bisnis di Semenanjung Arab yang melakukan peternakan jangkrik untuk pakan burung. Bisa jadi beberapa jangkrik terbang dari penangkaran dan menyebar ke mekkah lalu berkembangbiak dengan pesat.

Fenomena penyerbuan jangkrik spesies Gryllus campestris ke Masjidil Haram, saat ini sedang diteliti oleh Dr Judas.

“Ini bisa jadi sebuah insiden di mana satu pengembangbiakan dalam penangkaran kabur dan menyebar dalam jumlah besar, atau mungkin juga ada kondisi khusus yang membantu perkembangan dan pembiakan spesies ini. Tapi saya tidak tahu apa itu,” tandasnya.