UMP Siap Menjadi Tempat Uji Kualitas Capres – Wapres

PURWOKERTO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) siap menjadi tempat pertama untuk diskusi kandidat Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Wapres). Hal itu diungkapkan oleh Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi Irsyad, M.H., dalam acara Refleksi Awal Tahun yang bertajuk “Nalar Demokrasi Kita: Antara Akal Sehat & Akal Miring” di Aula AK Anshori Lantai III Gedung Rektorat Kantor Pusat UMP, Jumat (11/1/2019).

Acara yang digelar oleh Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP) ini menghadirkan narasumber, Rocy Gerung sebagai Pengamat Politik, Prof. Dr. H Suyatno sebagai akademisi, dan dimoderatori oleh Dr. Anjar Nugroho Direktur PSDKP.

Rektor UMP dalam sambutannya mengatakan, ketika semua mendengar usul dari Bung Roky di media. Bahwa harus ada forum kandidat Capres, Wapres di kampus.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan bahwa jika itu akan dilakukan oleh KPU RI. UMP siap menjadi tempat pertama untuk diskusi kandidat Capres, Wapres,” kata Rektor.

“Kami memiliki lebih dari 12 ribu mahasiswa dari berbagai daerah seluruh Indonesia, guru Besar dan Doktor dari berbagai bidang diantaranya bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan yang siap menguji kualitas para calon kandidat Capres/Cawapres,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rektor, mendengar kata demokrasi ia menjadi ingat tulisan bung hatta pada tahun 60an. Penilaian politik yang dikemukakan oleh Bung Hatta ini mendapat perhatian penuh dari peminat-peminat politik, baik di dalam dan di luar negeri.

“Hari ini kita bisa melihat kritikus seperti Bung Hatta, hadir dan hidup kembali pada diri Roky Gerung. Bung Roky menjadi Jalan tengah nalar positif melihat persoalan demokrasi bagi kita semua,” ungkapnya.

Direktur PSDKP UMP Dr. Anjar Nugroho mengatakan, demokrasi yang sudah dijalankan melalui proses pemilu dalam memilih pemimpin di republik ini harus dijalankan dengan akal sehat, bukan akal miring.

“Jangan sampai ada pembodohan kepada masyarakat kita dalam pemilu. Sehingga yang tumbuh itu akal sehat bukan akal miring,” katanya.

Anjar mengatakan, Roky Gerung dinilai memiliki dayatarik bagi khalayak. “Bung Roky ini memiliki daya tarik, baru kali ini melihat pengamat politik seperti selebriti. Saya baru tau ini, pengamat politik tapi masanya begitu banyak,” katanya.

Sementara itu, Roky Gerung dalam presentasinya disambut meriah oleh para mahasiswa dan warga. Menurutnya tema “Refleksi Awal Tahun Nalar Demokrasi kita: Antara Akal Sehat & Akal Miring” merupakan tema yang beradab karena kita memaikai kata refleksi.

“Refleksi adalah kegiatan akademis. Refleksi artinya mengurai sesuatu yang sudah final supaya dimungkinkan ada pengetahuan baru,” jelasnya.

Lain halnya ketika kita jalan-jalan ke Purwokerto, itu ada kata ‘Refleksi’, itu adalah refleksi yang pakai jari.

“Jangan ajari kemajemukan Muhammadiyah, jangan ajari soal NKRI kepada Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah sudah berdiri jauh mendahului Bangsa Indoneisa ini,” pungkasnya.(tgr)