KKN Universitas Budi Luhur
Ratusan mahasiswa Universitas Budi Luhur diterjunkan ikut KKN di 6 propinsi. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Universitas Budi Luhur terjunkan 925 mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 95 lokasi yang tersebar pada 6 propinsi. Ratusan mahasiswa tersebut akan berada di lokasi KKN selama satu bulan penuh untuk menerapkan beberapa program yang sudah disiapkan seperti program Citarum Harum, pembangunan solar sel, bank sampah dan lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, DR. Paristiyanti Nurwardani memaparkan bahwa sejatinya KKN adalah program yang tepat untuk mendukung mahasiswa menjadi seorang pemimpin, baik dilingkup nasional, ASEAN maupun dunia.

“Pada prinsipnya jika kita berbicara tentang KKN, kami sedang mendesain mahasiswa untuk menjadi pemimpin dengan dua kompetensi yakni kompetensi  hardskill, diekspresikan melalui transkrip dan  kompetensi softskill,” kata Paristiyanti, Kamis (17/1).

Kompetensi pertama jelas Paristiyanti, mahasiswa didorong mampu melakukan komunikasi, yakni komunikasi dengan teman yang berbeda jurusan, dan juga masyarakat disana. Lalu mampu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan teman dan DPL.

Terkait dengan critical thinking, menurutnya mahasiswa harus peka terhadap kondisi sosial, peduli terhadap permasalahan masyarakat, dan mahasiswa harus bisa mengidentifikasi masalah serta mencari solusi bersama sama, serta mempelajari tentang writing skill.

“Tidak kalah penting softskill lainnya yakni bertakwa, berakhlak mulia, dan banyak sikap baik lainnya yang dirangkum menjadi berbudi luhur seperti nama universitas ini, ” lanjutnya.

Citarum Harum

Mengambil tema Mendidik Generasi Cerdas Berbudi Luhur ratusan mahasiswa KKN tersebut akan disebar di 95 titik dengan rincian 33 titik lokasi di 17 kecamatan, Provinsi DKI Jakarta;  9 titik lokasi di 2 kecamatan, Provinsi Banten; 38 titik lokasi di 11 kecamatan, Provinsi  Jawa Barat; 9 titik lokasi di 3 kecamatan, Provinsi  Jawa Tengah; 3 titik lokasi di 1 kecamatan, Provinsi  Daerah Istimewa Yogyakarta; 3 titik lokasi di 2 kecamatan, Provinsi Jambi.

Di setiap titik lokasi mahasiswa akan berada di lokasi selama 1 bulan. Dosen Pembimbing Lapangan yang terlibat dalam kegiatan KKN ini berjumlah 35 orang.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa selama di lapangan antara lain pertama Program Citarum Harum, yaitu terlibat dalam program pemerintah Jokowi untuk membersihkan Sungai Citarum – sungai terkotor di dunia –  yang ditargetkan selesai dalam 7 tahun.

Kedua Program Membangun  50 panel solar sel di wilayah Karawang, dan 50 panel solar sel di wilayah Pandeglang  untuk memberikan penerangan listrik bagi  masyarakat yang selama ini belum menikmati  listrik.

Ketiga, bekerja sama dengan Yayasan Rimbo Kito untuk  “menyapa” Suku Anak Dalam di Kecamatan Tebo, Provinsi Jambi untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada di suku tersebut. Termasuk di 3 titik lokasi ini, program KKN membangun dan memperkenalkan “jamban” bagi masyarakat yang masih primitif.

Keempat adalah memperkenalkan Program Bank Sampah di 90 lokasi, mewujudkan Rumah Cerdas Berbudi Luhur (rumah baca) di 95 kelurahan dan keenam adalah membantu masyarakat untuk  “melek IT” secara cerdas berbudi luhur.

Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc.agr. Didik Sulistyanto mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua Universitas Budi Luhur mendapatkan hibah KKN Tematik Citarum Harum. Program ini digelar dalam rangka membersihkan Sungai Citarum.

“Luar biasa kepercayaan pemerintah kepada Universitas Budi Luhur, sehingga kami  terpilih sebagai koordinator sekitar 100 PTS untuk program KKN Citarum Harum,” jelas Rektor.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Kasih Hanggoro menyatakan dukungannya terhadap program KKN ini karena tidak saja mendidik mahasiswa Universitas Budi Luhur, tetapi juga mendidik masyarakat dalam berbagai aspek, di berbagai wilayah tanah air.

“Banyak hal diajarkan melalui KKN seperti kebersihan berkaitan dengan sampah, kesehatan berkaitan dengan jamban, mendidik masyarakat menggunakan  IT secara benar, dan banyak lagi manfaat dari program KKN ini,” tutupnya.