muktamar tasawuf
Menag menerima kunjungan Mutfi Damaskus membahas Muktamar Tasawuf. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Mufti Damaskus Dr. M. Adnan Al Afyoumi dan Ketua Majelis Fatwa Libanon Dr. Rayadh Baso di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (18/1).

Selain membahas perkembangan situasi sosial keagamaan dan politik Timur Tengah, pertemuan tersebut juga membicarakan rencana Muktamar Tasawuf di Indonesia pada Maret 2019. Muktamar Tasawuf rencananya akan diikuti 100 sufi se-dunia.

“Kemenag akan memberikan dukungan kesuksesan acara ini. Itu forum majlis penting dalam mensyiarkan ajaran dan esensi agama yang sesungguhnya,” kata Menag Lukman Hakim Saefuddin dalam siaran persnya.

Sebelumnya, Mufti Damaskus M Adnan Al Afyoum mengatakan bahwa nilai-nilai agama tidak cukup dikaji dan dipahami dari perspektif hukum dan fiqh saja. Menurutnya, kajian tasawuf juga penting.

Menag sepakat dengan pandangan Mufti Damaskus M Adnan Al Afyoum. “Melalui tasawuf kita mengenal agama,” kata Menag. Tasawuf bisa mengasah rasa dalam mengamalkan ajaran agama dan ujungnya adalah menenbarkan kedamaian.

Pertemuan ini juga membahas rencana kunjungan Menteri Wakaf Suria ke Indonesia. Menag Lukman menyambut baik rencana kunjungan ini. Menag berharap Menteri Wakaf Suria bisa berbagi pengalamanterkait hubungan keagamaan dengan negara di Suria.

“Pengalaman seperti itu punya makna baik untuk Indonesia, bisa menangkap hikmah dari pengalaman itu. Terkait waktu, teknis kami persiapkan dengan baik,” tambah Menag.

Sejalan dengan itu, Menag berharap, sebelum Muktamar Tasawuf dilaksanakan, Menteri Wakaf Suria sudah berada di Indonesia. Sehingga, Menteri Wakaf bisa bertemu dengan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan, para pengasuh Pondok Pesantren, dan tokoh Ormas.
Tampak Hadir mendampingi Menag, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi, Kabag TU Pimpinan Khairul Huda Basyir.