Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin saat membuka Rapim Ditjen Pendidikan Islam. (ist)

SENTUL, MENARA62.COM – Indonesia bercita-cita menjadi pusat studi Isam di dunia. Cita-cita tersebut menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin bukanlah hal yang utopis.

“Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar dan memiliki lembaga pendidikan Islam terbanyak di dunia. Artikulasi keagamaan di Indonesia juga tidak lepas dari kontribusi pendidikan Islam,” kata Kamaruddin saat memberikan pengarahan pada Rapat Pimpinan Ditjen Pendidikan Islam, seperti dikutip dari laman kemenag, Senin (21/1).

Menurutnya, Indonesia tidak begitu mudah diinfiltrasi oleh gerakan radikal dan intoleran karena dibina oleh Pendidikan Islam yang moderat.

Kamaruddin Amin menilai Rapim strategis untuk mengevaluasi pelaksanan program 2018 dan mereview program 2019 agar lebih berkontribusi pada pengarustamaan moderasi beragama dalam pendidikan Islam.

“Pendidikan Islam kita harus naik kelas, meningkat mutunya dan harus terefleksi dalam program-program dan kegiatan,” ujarnya.

Poin lain yang digarisbawahi alumni Born University Jerman ini adalah pentingnya program yang kreatif dan inovatif, serta bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya ingin mulai saat ini kita mengundang mahasiswa-mahasiswa asing untuk belajar ke Indonesia. Iran sangat konsen untuk membuka Indonesia Corner di Iran,” harap Kamar.

Ia melanjutkan bahwa program mencetak 5000 Kyai sebagai perimbangan dari Program 5000 Doktor harus dimulai dan direalisasikan dalam tahun 2019.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Imam Safei mengatakan keluarga besar Pendidikan Islam mempunyai beragam potensi dan tugas. Semuanya harus bisa meramu dan mengkombinasikan potensi tersebut dengan baik.

Imam Safei meminta agar semua warga Pendidikan Islam saling bersinergi dan berkolaborasi, karena tugas ke depan semakin kompleks.

“Saya yakin dan percaya teman-teman bisa melaluinya dengan baik, karena tekad dan daya juangnya tinggi,” katanya.