Utbah bin Ghazwan
Rijal Haula al Rasul terkait kisah Utbah bin Ghazwan. (ist/kemenag)

UTBAH bin Ghazwan adalah satu dari assabiqun awwalun, deretan pemeluk Islam pertama zaman Rosululloh Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai gubernur yang ketat memberlakukan masalah pembiayaan.

Dibawah kepempinannya, Kota Ubullah, Ibu Kota Bashrah berhasil disulap menjadi kota yang religius. Ada sekitar 7000 masjid berhasil dibangun di kota tersebut. Meski pada hari Jumat, hanya satu masjid di ibukota yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk shalat Jumat.

Karena kebijakannya yang ketat soal pembiayaan tersebut, banyak penduduk yang bergaya hidup mewah menjadi terganggu. Hidup mereka menjadi terkekang dan tak bebas. Mereka lantas menghembuskan isu ‘ganti gubernur’. Isu tersebut sampai ditelinga Utbah.

Menyikapi isu ganti gubernur yang dihembuskan pihak-pihak yang tak suka dengan kebijakannya itu, Utbah berkata: “Tahun depan ada gubernur baru”.

Dia tidak basi-basi merespon tuntutan mundur itu. Pada tahun itu juga Utbah menjalankan ibadah haji. Setelah selesai musim haji beliau bergegas ke Madinah untuk menemui Khalifah Umar bin Khattab.

Dalam pertemuan dengan Khalifah Umar bin Khattab itu, Utbah mengajukan pengunduran dirinya sebagai gubernur Bashrah. Tapi permintaannya itu ditolak Khalifah. Utbah pun tak bisa berbuat apa-apa dan berpamitan pulang.

Di atas kendaraan Utbah menengadahkan kedua tangannya kepada Allah. “Ya Allah aku telah memohon kepada Khalifah yang wajib aku patuhi, agar memberhentikan diriku sebagai gubernur, namun ditolak. Maka aku mohon kepada-Mu yang mengangkat dan menurunkan pangkat agar Engkau mencopot jabatan ku,” pintanya dalam doa.

Ternyata doa Utbah dikabulkan Allah. Di tengah perjalanan pulang ke Ubullah, Utbah menghadap Yang Maha Kuasa. Utbah wafat dalam posisinya masih menjadi pejabat sebagai seorang gubernur Bashrah.

Siapa Utbah bin Ghazwan? Disarikan dari tulisan M. Ishom el-Saha, Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang dimuat di laman kemenag.go.id, Utbah digambarkan sebagai sosok yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad. Sebagai salah satu assabiqun awwalun, Utbah merasakan bagaimana kerasnya rintangan dakwah yang dihadapi Rosululloh.

Di masa awal kerasulan, Utbah pernah ikut hijrah ke Habasyah. Lalu pada saat Rosululloh berhijrah ke Madinah bersama orang-orang Islam lainnya, Utbah berada dalam rombongan tersebut.

Dalam satu riwayat, saat Utbah berbicara dengan sahabat-sahabatnya mengatakan ‘Sungguh aku berjuang bertujuh bersama Rasulullah di masa awal-awal Islam dan kami tidak memiliki makanan sehingga kami hanya mampu mengisi perut kami dengan dedaunan. Di musim dingin pernah kami hanya ada sehelai selimut, hingga kami robek menjadi dua bagian. Satunya aku pakai dan satunya dibuat selimut Saad bin Malik.”

Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Utbah diperintahkan untuk memimpin ekspansi memerdekakan kota Ubullah, Bashrah dari pengaruh Persia. Pesan Umar bin Khattab kepadanya: “Pergilah kamu dan pengikutmu ke ujung perbatasan Arab dengan wilayah non-Arab.”

Perintah itu dapat dikerjakan oleh Utbah dengan baik. Utbah berhasil mengusir pasukan Persia dari kota Ubullah dan memerdekakan rakyat setempat. Berkat kegemilangannya itulah Utbah bin Ghazwan diangkat oleh Khalifah menjadi gubernur Bashrah, satu jabatan yang tak pernah diimpikan selama Utbah berjuang bersama Rasulullah dan sahabat-sahabatnya.

Utbah juga berhasil menaklukkan kota-kota di pesisir Teluk Persia seperti, Maisan dan Ahwaz. Di masanya kota Ubullah memiliki bangunan mesjid yang jumlahnya sampai 7.000 bangunan, sekalipun pada hari Jumat hanya masjid di pusat kota yang dipakai shalat Jum’at.