Bina Muallaf di Lazismu

Bina Muallaf di Lazismu
Bina Muallaf di Lazismu

Disaksikan oleh jamaah shalat Jumat di masjid At-Taqwa Wonodri Semarang, pada Jum’at (1/2/2019), berlangsung ikrar pembacaan syahadat seorang muallaf yang baru memeluk Islam. Dia adalah Dedi Sulistyo, seorang pegawai swasta di perusahaan nasional yang sudah beberapa lama tertarik dengan Islam.

Ketertarikan Sulistyo pada ajaran Islam berawal dari berita-berita yang beredar tentang radikalisme. Dari sinilah dirinya tertarik belajar tentang Islam lebih jauh. Setelah banyak membaca dan sering berdiskusi dengan orang-orang Islam yang dia anggap kompeten, dia mengambil kesimpulan bahwa Islam sama sekali berbeda dengan radikalisme.

Bina Muallaf di Lazismu
Bina Muallaf di Lazismu

Baginya, Islam megajarkan semua nilai kebaikan yang akan berguna untuk kehidupan dunia. Bahkan, Islam juga mengajarkan adanya keyakinan akan kehidupan yang kekal setelah berakhirnya kehidupan dunia ini. Dirinya lebih yakin dengan ajaran Islam sebagai jalan hidup yang benar. Setelah melalui pertimbangan yang matang, termasuk dorongan dari isterinya, Sulistyo baru menyatakan niatnya memeluk agama Islam.

Sehari sebelum ikrar syahadat dilaksanakan, tepat pada hari Kamis malam, Sulistiyo berkunjung ke rumah H Nur Shodiq, Ketua amil Lazismu KL Banyumanik Kota Semarang. Ia selama ini sering bertanya tentang Islam pada Nur Shodiq, dan menjadi teman curhat Sulistyo. Melalui Nur Shodiq dirinya menyatakan niat tulusnya untuk memeluk agama Islam dan meminta bimbingan tata cara peribadatan dan pelaksanaan kegiatan keIslaman yang lain.

Setelah berdiskusi panjang, selanjutnya Nur Shodiq menghubungi takmir masjid At-Taqwa Wonodri, tempat pusat pelayanan muallaf di Muhammadiyah Kota Semarang. Di tempat itulah, Sulistyo melaksanakan ikrar syahadat dimaksud. Hingga saat yang direncanakan tiba, selesai shalat Jum’at, dilaksanakan prosesi ikrar masuk Islam Sulistyo. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Pembacaan ikrar syahadat dibimbing oleh ustad Zuhad Masduki, yang pada hari Jum’at ini menjadi imam shalat Jum’at.

Sementara takmir masjid At-Taqwa, Ustad Eko menjelaskan, sejak awal tahun ini, sudah ada dua orang yang berikrar syahadat di masjid At-Taqwa. Diharapkan, ini akan menambah syiar dakwah masjid.

Pembinaan keimanan dan keislaman muallaf tersebut, selanjutnya akan dilaksanakan oleh Nur Shodiq bersama Lazismu KL Banyumanik Semarang. “Beberapa program Lazismu bisa disinergikan dengan kegiatan pembinaan muallaf, baik di bidang dakwah, pendanaan maupun bidang lain yang terkait,” ujar Nur Shodiq.