Seminar Nasional PAUD UHAMKA akan Bahas Revolusi Industri 4.0

seminar PAUD UHAMKA
Jumpa pers menjelang seminar nasional PAUD yang digelar Prodi Pendidikan Guru PAUD UHAMKA kerjasama dengan IGABA DKI Jakarta

JAKARTA, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammad Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) akan menggelar seminar nasional bertema ‘Membangun PAUD Berkualitas dan Berkemajuan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0’.

Seminar nasional hasil kerjasama dengan Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) DKI Jakarta tersebut rencananya digelar di Aula Ahmad Dahlan Kampus FKIP UHAMKA Pasar Rebo pada Sabtu 9 Februari 2019.

Bunda PAUD DKI Jakarta Fery Farhati, S,Psi, M.S akan menjadi keynote speaker dengan materi Membangun PAUD Berkualitas dan Berkemajuan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Ketua Prodi PG PAUD FKIP UHAMKA Amelia Vinayastri S.Psi, M.Pd menjelaskan visi misi PG PAUD UHAMKA salah satunya adalah menghasilkan lulusan yang unggul dan professional dibidang PAUD. Karena itu memberikan bekal pengetahuan yang lengkap tidak hanya melalui pengajaran tetapi juga seminar menjadi sangat penting.

“Urgensi seminar ini bisa dilihat dari temanya. Kami mengambil tema perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era revolusi industry 4.0. Karena bagaimanapun revolusi industry 4.0 memberikan pengaruh besar pada pendidikan PAUD,” kata Amelia pada jumpa pers, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat pesat harus diikuti oleh guru-guru PAUD. Sebab anak-anak PAUD yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari adalah anak-anak PAUD yang memang sudah sangat familiar dengan teknologi.

“Teknologi pada satu sisi memberikan manfaat memudahkan anak belajar. Tetapi disatu sisi teknologi telah membawa perubahan karakteristik anak. Mereka lebih banyak berinteraksi dengan gawai dan bukan dengan orang-orang disekelilingnya. Jadi teknologi telah mengikis interaksi antar manusia dan inilah tantangan yang dihadapi guru PAUD,” tambahnya.

Senada juga dikatakan Uni Suciati, Ketua IGABA DKI Jakarta. Ia mengaku teknologi telah memberi tantangan berbeda dalam pengajaran PAUD. Guru PAUD tidak sekedar mengajarkan sesuai kurikulum yang ada, tetapi juga memiliki ketrampilan bagaimana menghadapi anak-anak yang sebagian besar sudah kecanduan gawai.

“Ada anak yang mau sekolah kalau bawa gawai. Kami para guru tentu harus memiliki tehnik tersendiri untuk melepaskan anak-anak dari gawai,” katanya.

Karena bagaimanapun, teknologi tidak selamanya baik. Disatu sisi teknologi juga membawa pengaruh buruk bagi anak-anak usia PAUD. Terutama saat anak-anak mengakses media social, youtube dan lainnya.

“Kami menanamkan pemahaman kepada para orangtua untuk mendampingi anak-anak saat anak-anak membuka gawai, supaya ada filter, ada control dan pengawasan,”  tambahnya.

Sementara itu, Dr. Chandrawaty, M.Pd, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PP ‘Aisyiyah mengatakan ‘Aisyiyah memiliki konsep yang jelas dalam hal pembelajaran anak-anak PAUD. Dimana materi dan kurikulum pembelajara PAUD terus mengalami pembaharuan.

“Era teknologi dan revolusi industry 4.0 juga menunjuk Majelis Didasmen Aisyiyah untuk membekali guru-guru PAUD dengan hal-hal yang baru,” katanya.

Hal ini penting agar guru-guru PAUD tidak hanya professional tetapi juga memiliki kualitas yang baik. Sebab anak-anak yang diajar oleh guru PAUD adalah anak-anak usia emas. Dimana guru PAUD memiliki tanggungjawab besar untuk menanamkan pembiasaan yang baik pada anak-anak usia dini.

Chandrawaty mengisahkan bahwa PAUD Aisyiyah dalam usianya yang ke-100 tahun telah memiliki banyak pengalaman tentang bagaimana mengajar anak-anak usia dini.

“Aisyiyah adalah lembaga TK pertama yang ada di Indonesia. Saat ini lebih dari 20 ribu TK berada dibawah kelola Aisyiyah,” tukas Chandrawaty.

Dengan jumlah PAUD mencapai lebih dari 20 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia, maka Aisyiyah tentu memiliki guru-guru PAUD yang jumlahnya juga sangat banyak. Inilah pentingnya melakukan pembaruan terus menerus terkait materi pembelajaran dan kurikulum PAUD.

“Saya memberikan apresiasi tinggi terhadap seminar ini. Harapan saya guru-guru mendapatkan pengetahuan baru terkait era revolusi industry 4.0 dalam kaitannya dengan pendidikan PAUD,” tutup Chandarwaty.

Seminar nasional sekaligus memperingati milad 100 tahun TK ‘Aisyiah Bustanul Athfal, tersebut rencananya akan diikuti sekitar 800 peserta, terdiri atas guru-guru PAUD Bustanul Athfal DKI Jakarta dan guru-guru PAUD diluar Aisyiyah.

Hadir sebagai narasumber antara lain Prof Dr Rakimahwati M.Pd, dari Universitas Negeri Padang, yang akan menyampaikan materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak Usia Dini di Era Digital, Dr. Chandrawaty, Dosen dan juga Wakil Ketua Majelis Didasmen PP ‘Aisyiyah dengan materi Kiprah 100 Tahun TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Membangun Negeri, Dr Zulkifri Anak M.Ed, dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang Kemendikbud dengan materi Esensi Kurikulum 2013 PAUD di Era Revolusi Industri 4.0 dan Dr. Parwoto, M.Pd dari Universitas Negeri Makassar dengan makalah Pengembangan Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.