BPOM
Identifikasi makanan sebelum dikonsumsi. (Ist)

JAKARTA, MENARA62.COM –Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) luncurkan aplikasi 2D Barcode guna meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan. Aplikasi tersebut memudahkan konsumen melakukan identifikasi dan otentifikasi produk obat dan makanan melalui genggaman tangan.

“Melalui gadget dalam genggaman, masyarakat sebagai konsumen lebih mudah untuk melakukan identifikasi dan otentikasi produk dengan memindai 2D barcode untuk mengidentifikasi legalitas nomor izin edar produk,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam siaran persnya Minggu (10/2/2019).

Aplikasi 2D Barcode tersebut melengkapi 6 langkah strategis lainnya yang telah dilakukan BPOM dalam hal pelayanan public. Yakni pengembangan aplikasi Siapik untuk mempercepat persetujuan iklan obat melalui penerapan 3 jalur permohonan dan tanda tangan elektronik (TTE), aplikasi Notifkos-New yang mempunyai fitur verifikasi mandiri untuk memandirikan pelaku usaha dalam menilai data produk serta mengurangi kesalahan pengisian data,  pengembangan Surat Keterangan Ekspor (SKE) yang kini memiliki fitur TTE sehingga proses penerbitan SKE menjadi lebih efektif dan efisien.

Lalu aplikasi New-AERO yang dilengkapi modul untuk variasi dan renewal serta penerapan TTE, aplikasi e-sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dan, Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) yang mendukung kemudahan berusaha, transparansi dan efektif serta memberikan layanan publik yang prima.

Kini BPOM RI lanjut Penny, juga memiliki subsite istana UMKM yang dibuat sebagai bentuk upaya kolaborasi, sinergisme dan inovasi diantara Kementerian/Lembaga dan industri terkait pangan.

“Subsite ini merupakan sarana edukasi, sarana komunikasi, dan sarana promosi yang menyediakan informasi tentang UMKM dan produk yang dihasilkan,” ujar Penny K. Lukito.

Dalam perjalanan 18 tahun BPOM RI, pihaknya terus mendorong industri obat dan makanan untuk meningkatkan daya saing dan terus bertransformasi untuk kemudahan dan kemandirian Indonesia untuk menyediakan obat dan makanan yang aman dan berkualitas. Semua itu akan berjalan optimal dengan dukungan dan kerlibatan aktif dari semua pihak.