Menteri Rudiantara: Buku Fikih Informasi Muhammadiyah Harus Disebar ke Publik

Pra tanwir
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyerahkan Buku Fikih Informasi Muhammadiyah kepada Menteri Kominfo Rudiantara.

BENGKULU, MENARA62.COM – Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan Muhammadiyah harus menjadi lokomotif yang membawa masyarakat untuk melek informasi yang sehat. Karena itu Buku Fikih Informasi Muhammadiyah yang merupakan buku pedoman warga Muhammadiyah bersosial media harus disebarkan kepada masyarakat umum.

“Muhammadiyah harus jadi lokomotif untuk roadshow ke berbagai tempat, sosialisasi fikih informasi. Saya berharap Muhammadiyah dapat menarik gerbong masyarakat untuk lebih melek informasi yang sehat,” kata Rudiantara pada Forum Dialog & Literasi Media Sosial bertema Bijak di Dunia Maya, Rukun di Dunia Nyata yang digelar dalam rangka pra Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, Kamis (14/2/2019).

Rudiantara berharap buku Fikih Informasi Muhammadiyah ini tidak hanya untuk ekosistem Muhammadiyah. Tetapi bisa disebarkan pula kepada masyarakat umum. Mengingat fikih informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas yang belakangan amat mudah termakan berita bohong atau hoaks.

Menteri Rudiantara bahkan berjanji akan membawa buku Fikih Informasi Muhammadiyah kemana-mana terutama terkait kampanye penggunaan media social yang bijak.

Diakui Rudiantara, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menyisir informasi yang dianggap hoaks. Bahkan pengaduan masyarakat dibuatkan ticketing agar lebih transparan.

“Dengan memiliki tiket pengaduan, setiap masyarakat akan bisa mendeteksi apakah laporannya ditindanglanjuti atau tidak, semua transparan,” jelas Rudiantara.

Menurut Rudiantara saat ini jumlah hoaks yang dilaporkan terus bertambah. Tetapi diyakini jumlahnya jauh lebih banyak dibanding yang dilaporkan.

“Kami terus melakukan verifikasi dan validasi terkait laporan hoaks,” tambahnya.

Dan dalam melakukan verifikasi, Kementerian Komunikasi dan Informasi selalu berkoordinasi dengan kementerian maupun lembaga lainnya. Terutama terkait konten berita yang disebarkan. Misalnya konten beritanya terkait kesehatan maka akan dilakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Bagi Rudiantara, munculnya berita bohong ini menjadi salah satu ekses negative dari pesatnya perkambangan teknologi informasi. Tentu saja, dampak positif dari perkembangan teknologi informasi sangat banyak.

“Manfaat yang dipetik dari perkembangan teknologi informasi tentu saja sangat banyak,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana teknologi informasi, digitalisasi saat ini telah memberikan kemudahan bagi system transportasi public. Masyarakat bisa memesan transportasi online dan mengetahui berapa tariff yang harus dibayar sebelum pemesanan dilakukan. Bahkan berapa jarak yang akan ditempuh serta perkiraan waktu termasuk rute tersebut lancar atau tidak.

Dalam dunia perijinan, lanjutnya, proses perijinan menjadi bisa dilakukan lebih cepat. Dan ini sangat menguntungkan karena investor menjadi tertarik menanamkan investasinya.