Kemenkes – Polri Tingkatkan Kerjasama Penanganan Kesehatan

Menkes Nila F Moeloek
Menkes Nila F Moeloek menjenguk salah satu korban tsunami Selat Sunda (ist/sehatnegeriku)

JAKARTA, MENARA62.COM – Polri dinilai memiliki peran penting dan strategis dalam upaya penanggulangan bencana. Baik dalam hal evakuasi korban bencana, penanganan korban luka hingga indentifikasi korban meninggal dunia.

“Kerja sama antara Kemenkes dengan Polri selama ini telah berjalan baik, khususnya di bidang penanggulangan bencana, baik dalam upaya pertolongan dan evakuasi korban, penanganan korban cedera, maupun upaya identifikasi korban meninggal,” tutur Menkes Nila F Moeloek, pada Rapat Koordinasi Teknis Puslitbang, Puskeu, Pusdokkes, Pusjarah, dan Polri tahun 2019, Kamis (21/2/2019).

Hadir pada acara tesebut Menteri Keuangan, Kepala Pusat Dokkes POLRI, Direktur Utama Jasamarga, Kepala RS Bhayangkara Tingkat 1 Said Sukanto Kramat Jati dan RS Bhayangkara seluruh Indonesia.

Karena itu, Menkes Nila memberikan apresiasi kepada Polri atas dasar kemampuan yang dimiliki Dokkes POLRI dan indikator yang telah dimiliki.Harapannya ke depan kerjasama dengan Polri dalam penanggulangan masalah kesehatan terus meningkat.

“Di luar penanggulangan bencana, kerja sama yang intens juga telah dilakukan antara Kemenkes dan POLRI di bidang pengendalian penyakit, penyehatan lingkungan, dan kesehatan matra, rehabilitasi pecandu narkotika, kekerasan terhadap perempuan, anak dan TKI,” jelas Menkes dalam sambutannya.

Selain itu, Kemenkes dan Polri harus terus berupaya mencari terobosan yang sifatnya scientific, misalnya dalam bedah otopsi, ke depan diupayakan dengan digital forensik.

“Polri kami harapkan dapat membantu Kemenkes agar dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Polri, seperti helikopter dan kapal. Alat transportasi ini diperlukan untuk membantu pemberian pelayanan kesehatan masyarakat di daerah terpencil, tertinggal,” tutur Menkes.

Menkes juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) POLRI yang selalu turun dalam mengidentifikasi korban dengan menggunakan finger print dan DNA.

Dalam kesempatan yang sama Kapolri menandatangani prasasti yang disaksikan oleh Menkes dan Menkeu. Prasasti ini menandakan satu komitmen dan konsistensi Polri dalam meningkatkan sarana dan prasarana fasilitas umum dan pelayanan kesehatan.

Enam buah prasasti tersebut yaitu membangun exit tol jagorawi; renovasi pembangunan IGD; renovasi gedung radiologi; peresmian intalasi thalassemia; renovasi ruang rawat jalan dan pengembangan fasilitas umum termasuk tempat parkir untuk kebutuhan pasien dan keluarga.