DENPASAR, MENARA62 — Musyawarah Wilayah XVI Pemuda Muhammadiyah Bali resmi berakhir pada Ahad (3/2/2019). Dalam Musywil yang belangsung selama dua hari itu, Muhammad Syobri terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah periode 2019-2023.

Syobri menggantikan H Azizuddin yang masa kepemimpinannya berakhir tahun ini. Ia terpilih dalam pemilihan yang dilakukan dengan mekanisme voting manual, dihari akhir Musywil Pemuda Muhammadiyah ke XVI di  Denpasar.

Syobri berhasil unggul atas lawan kuatnya yakni Rahmatullah Baja yang telah menjabat sebagai Ketua PP Pemuda Muhammadiyah dan Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah 2014-2018. Syobri berhasil mendulang suara sebanyak 44 suara, sedangkan rivalnya Rahmatullah Baja mendapat 38 suara.

Sebelumnya, dua calon mengundurkan diri dari pertarungan Musywil tersebut, yakni Ragil Armando dan Fachruddin Piliang. Ragil yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah 2014-2018 ini memutuskan berkoalisi dengan Syobri di Musywil itu.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Bali terpilih, Syobri berterima kasih atas dukungan dari para pemegang hak suara di Musywil itu. Ia mengajak kepada semua kader Pemuda Muhammadiyah di Bali untuk kembali bersatu dalam membangun organisasi.

“Terimakasih untuk dukungannya, ini kemenangan bersama dan saya berharap semua tetap bersatu dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah karena perjuangan masih panjang,” katanya dalam konferensi pers, Senin (3/3/2019).

Ia tak akan meninggalkan para rivalnya yang bertarung dalam perebutan kursi ketua umum.

“Saya masih butuh semua untuk memperjuangkan nilai-nilai Muhammadiyah, saya tak akan meninggalkan semua kawan yang ada di Musywil ini karena semua sama di bawah Muhammadyah,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dirinya akan segera membentuk kepengurusan PW Pemuda Muhammadiyah Bali dan rapat koordinasi dengan para pengurus terpilih dalam waktu dekat. ” Yang pasti jelas membentuk kepengurusan, kemudian rakor program kerja jangka pendek,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, akan segera mewujudkan umat benar-benar memiliki fondasi kuat keagamaan. Selain itu, ia juga menegaskan akan melanjutkan keberhasilan-keberhasilan yang sudah pernah ditorehkan oleh kepengurusan-kepengurusan terdahulu.

“Menjadikan organisasi Pemuda Muhammadiyah gerakan dakwah jamaah menuju masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Pemuda Muhammadiyah ini organisasi besar. Selama kepemimpinan sebelumnya ada hal baik yang akan kita lanjutkan dan ada yang perlu kita perbaiki,” katanya.

Setidaknya ada beberapa hal yang akan menjadi fokus perhatiannya jika terpilih kelak. Pertama, kata dia, memperbaiki komunikasi antara wilayah, daerah dan pusat. “Ini yang menjadi prioritas saya untuk diperbaiki di awal masa kepemimpinan saya,” ujarnya.

Ia memastikan diri untuk selalu hadir di tengah-tengah kader dan umat. Kedua, ia akan memberi perhatian lebih kepada sayap Pemuda Muhammadiyah, salah satunya Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan pengembangan kepengurusan hingga tingkat desa/kelurahan se-Bali.

“Pemimpin itu prinsipnya harus bekerja melayani kader dan umat, ujarnya.

Selain itu, dalam Musywil itu juga terpilih 11 formatur yang bertugas untuk menyusun kepengurusan dan Sekretaris Umum terpilih, Fachruddin Piliang. Musywil itu sendiri juga diikuti perwakilan Pemuda Muhammadiyah di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan se-Bali.

Penulis: Fathurrahman0