London book fair
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid bersama Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif pada keterangan pers terkait London Book Fair 2019

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 12 penulis buku dan 36 penerbit asal Indonesia akan ambil bagian dalam kegiatan London Book Fair 2019. Even yang mengambil lokasi di Olympia, Kensington, London pada 12-14 Maret 2019 tersebut menjadi ajang pemasaran global bagi produk buku dan konten-konten digital.

Karena itu, even London Book Fair ke-48 tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Indonesia terutama para pelaku industri kreatif.

Keterlibatan delegasi Indonesia dalam ajang tersebut kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid tidak sekedar ajang pameran buku dan produk kreatif lainnya, tetapi sekaligus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

“Kita akan kenalkan Indonesia melalui buku-buku, melalui produk intelektual juga melalui budaya yang akan tampil pada London Book Fair,” kata Hilmar, Selasa (5/3/2019).

Senada juga dikatakan Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Usaha penerbitan patut didukung mengingat kontribusi sektor penerbitan untuk GDP menempati urutan kelima setelah kuliner (41,69%), fashion (18,15%), Craft/Kerajinan tangan (15,70%), dan Televisi & Radio Broadcasting (778%). Penerbitan sendiri menyumbang 6,29 persen.

Baca juga:

Sebagai salah satu subsektor industri kreatif yang masuk dalam pendukungan Bekraf, dukungan pada industri penerbitan diwujudkan melalui fasilitasi keikutsertaan Indonesia di ajang pameran buku tingkat internasional. Dengan memimpin acara Indonesia Market Focus Country di London Book Fair 2019 ini, Bekraf memperkenalkan tidak hanya kekayaan konten yang ditampilkan buku-buku Indonesia namun juga subsektor terkait lainnya.

“Tentu kita membutuhkan kerjasama antar instansi. Karena Bekraf tidak bisa bekerja sendiri untuk memasarkan produk-produk kreatif. Pada even pameran buku ini kita menggandeng Kemendikbud,” kata Triawan.

Sementara itu Laura Bangun Prinsloo, Ketua Harian Panitia Pelaksana Kegiatan Indonesia Market Focus untuk London Book Fair 2019 mengatakan Indonesia menargetkan bisa menjual hak penerbitan minimal 50 judul buku sepanjang digelar even London Book Fair 2019. Angka tersebut memang cukup tinggi, tetapi dengan pengalaman yang ada, Laura optimistis bakal tercapai.

“Lima tahun terakhir kita berhasil menjual copyright buku para penulis Indonesia hingga lebih dari 1.200 judul di berbagai pameran buku internasional. Kami berharap kehadiran Indonesia di LBF tahun ini akan memperkuat ikatan intelektual Indonesia dan dunia serta bisa memasarkan lebih banyak lagi produk kreatif kita,” jelas Laura.

Baca juga:

Sebagai negara terbesar keempat di dunia, dengan sejumlah besar orang muda dan kreatif, lanjut Laura, Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya dan memiliki pelaku industry kreatif yang cukup banyak.

Pada even tersebut, delegasi Indonesia beranggotakan 100 orang terdiri atas penulis buku, penerbit, kuliner, fashion, film, seni pertunjukan, komik, eksibisi arsitektur dan desain grafis,illustrasi, boardgames, dan digital Animasi. Dengan seluruh subsektor tersebut, panitia telah merancang total 120 acara yang berlangsung tidak hanya di Olympia, tetapi jugadi berbagai venue di seluruh kota London.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai perwakilan pemerintah yang memimpin ajang prestisius tersebut juga akan menampilkan 450 judul buku pada gerai Indonesia yang menempati ruang seluas total 600 meter persegi. Selain itu ada spice café seluas 200 meter persegi di lantai 1 yang akan menyajikan menu-menu khas Indonesia mulai dari rendang, sate maranggi hingga aneka sambal.

Adapun ke-12 penulis yang mewakili beragam kategori buku itu (fiksi, nonfiksi, buku anak,  dan komik) adalah Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dewi Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Leila S. Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan Sheila Rooswitha Putri.

Selain itu akan tampil pula sejumlah seniman Indonesia diantaranya Goenawan Mohamad, Haidar Bagir, Avianti Armand, Mikael Johani, Marchella FP, Yusi Avianto Pareanom, Hanafi, Bara Pattiradjawane, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Djenar Maesa Ayu, Debby Loekito, Faza Meonk, Herdiana Hakim, Andik Prayogo, dan Eva Y. Nukman.

Baca juga: