Dua Pesan yang Menyenangkan
Dua Pesan yang Menyenangkan

Pesan pendek ini sangat membanggakan. Setidaknya menyenangkan. Buat saya. Dikirim Pak Lambang Saribuana. Boss perusahaan logistik di Manggarai, Jakarta Selatan, suatu siang.

Dulu, sebelum kenal saya, Pak Lambang selalu mengalami kesulitan untuk meeting dengan kantor-kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Bukan karena tidak punya uang. Tapi tidak cukup waktunya.

“Untuk meeting dua jam, harus libur kerja dua hari. Kami kehilangan banyak waktu di jalan,” kata Pak Lambang.

Padahal meeting itu diperlukan setiap minggu sekali. Untuk membahas berbagai persoalan yang muncul. Untuk merancang strategi menghadapi persaingan jasa logistik yang kian keras.

Karena masalah itu, meeting dilakukan sebulan sekali. Agar tidak banyak waktu yang terbuang di jalan. Sebenarnya kurang efektif. Tapi itulah solusi terbaiknya. Saat itu.

Dua bulan lalu, Pak Lambang ketemu saya secara tidak sengaja. Dalam acara webinar di PP Muhammadiyah.

Pak Lambang kemudian berkunjung ke kantor saya. Kantor yang di gang sempit, di belakang Pasar PSPT Tebet Timur itu.

Rupanya ia tertarik belajar memanfaatkan teknologi webinar. “Ini solusi murah yang luar biasa buat perusahaan saya,” katanya.

Dari pertemuan itu, Pak Lambang membangun smart meeting room sederhana. Setiap Senin digunakan untuk meeting perusahaan. Hari yang lain digunakan untuk kursus bahasa Inggris secara online. “Ada gurunya orang bule. Muridnya baru 10,” kata pria asli Blora yang pengagum KH Ahmad Dahlan itu.

Pak Lambang memang mengidolakan sosok pendiri Muhammadiyah itu. Ia menilai KH Ahmad Dahlan adalah contoh pemimpin yang “man of action”. Memberi contoh dengan aksi nyata. Bukan cuma dengan pidato. Atau melalui ceramah motivasi.

Sebelum Pak Lambang mengirim pesan, saya juga menerima pertanyaan dari Pak Cheppy. master trainer budidaya lele sistem biofloc.

“Bagaimana caranya agar bisa membuat training online? Banyak peminat yang minta karena sulitnya waktu dan jauhnya lokasi mereka dengan training center,” kata Pak Cheppy.

Dua pesan yang saya terima hari ini terus terang melecut saya untuk segera menyempurnakan gagasan warweb. Warung webinar. Sepertinya era warweb sudah tiba. Tidak bisa ditunda-tunda.