Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polda Aceh Raih Penghargaan LEPRID

leprid
Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha, SIK, M.Si menunjukkan piagam penghargaan dari LEPRID. (ist)

BANDA ACEH, MENARA62.COM – Berhasil menggelar kegiatan Millenial Road Safety Festival dengan peserta mencapai lebih 85 ribu orang, sejumlah pejabat dilingkungan Polda Aceh raih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). Pejabat peraih penghargaan tersebut terdiri atas Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Rio S. Djambak, Dirlantas Polda Aceh, Komes Pol. Hendro Wahyudin, SIK , Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto, SH., dan Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha, SIK, M.Si.

Penghargaan diserahkan oleh Senior Manager LEPRID, Zandre Badak pada puncak acara Millenial Road Safety Festival Polda Aceh yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada 10 Maret 2019.

Dalam siaran persnya, Zandre Badak mengungkapkan selain penghargaan kepada sejumlah pejabat, LEPRID juga menyerahkan sertifikat untuk e rekor sekaligus yang berhasil dipecahkan Polda Aceh. Yakni rekor jumlah peserta terbanyak kegiatan millennial road safety festival yang mencapai 85 ribu, peserta terbanyak konvoi city riding yang mencapai 7.500 peserta dan rekor pemusnahan lahan ganja terluas untuk Polres Aceh Besar yang berhasil memusnakan lading ganja seluas 17 hektar.

BACA JUGA:

Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi Satria Yuddha, SIK, M.Si mengatakan dari 17 hektar ladang ganja yang ditemukan, 7 hektar diantaranya sudah dimusnakan. Sedang 10 hektar lading ganja lainnya akan segera dimusnakan pula.

“Jadi ada 7 titik lagi yang bakal kita musnakan, sehingga total mencapai 17 hektar yang tersebar di 12 titik,” kata pria kelahiran Ujung Pandang,  April 1977 tersebut.

Mantan Kapolres Simeulue yang juga baru saja memusnahkan paket ganja seberat 800 kg tersebut menuturkan bahwa Institusi Kepolisian dimana tempatnya mengabdi dituntut harus kerja keras ditengah tuntutan tugas yang semakin kompleks.

“Saya harus mengabdikan diri saya, baik pikiran, jiwa dan raga untuk dapat menghambakan diri pada sesuatu hal yang diyakini memiliki kemanfaatan yang besar bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Alumni AKPOL 1998 ini.