Cara SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Ajak Siswa Sadar dan Peduli Lingkungan

Cara SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Ajak Siswa Sadar dan Peduli Lingkungan
Ki Agung menjelaskan filosofi kayon Adiwiyata. Cara SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Ajak Siswa Sadar dan Peduli Lingkungan.

SOLO,MENARA62.COM –Cara SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Ajak Siswa Sadar dan Peduli Lingkungan termasuk unik. Ajakan itu disimbolkan dengan gunungan dalam kesenian wayang dari plastik, sebagai maskot pada Sosialisasi Program Adiwiyata, Kamis (14/3/2019).

Dengan cara ini, ajakan membuat sekolah bersih, sehat, rapi, dan indah SD, bisa lebih menarik.

”Sosialisasi ini bertujuan agar terwujud generasi unggul dalam prestasi di landasi akhlaqul karimah, bersih sehat hijau dan lestari,” ujar Agung Sudarwanto, salah satu guru seni kepada para peserta didik kelas 1 C dan 5 A.

Guru yang akrab disapa Ki Agung ini menjelaskan, filosofi Kayon Adiwiyata mulai dari daun kanan dan kiri sama jumlahnya. Ada tiga daun menjulur ke jantung kayon, melambangkan jumlah reka’at salat Maghrib, 4 daun menjulur ke atas, melambangkan reka’at salat Dhuhur, ‘Ashar dan Isyak. Dan dua daun atas daun melambangkan jumlah reka’at salat Subuh.

“Semua daun bermuara pada satu titik “bunga” yang bermakna, jika ingin mencapai tujuan haruslah disikapi pendekatan dengan Allah dan Alam beserta isinya,” ujar pria kelahiran Desa Kauman, Nganjuk, Jawa Timur pada 4 Agustus 1979 ini .

Menurut Ki Agung, varian hewan ada lima. Terdiri dari kera, elang, singa, ikan dan gajah. Kera, melambangkan suka bekerja sama, gotong royong. Elang, melambangkan ketepatan dalam menganalisis data dan permasalahan yang terjadi. Singa, melambangkan ketegasan dalam bersikap. Ikan, melambangkan keindahan dalam berkarya. Gajah, melambangkan cita-cita yang agung.

“Bagian pusat Kayon merupakan Adiwuyata, yang melatih kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ikut mendukung dan rasa memiliki praktik sikap baik terhadap lingkungan sekitar dan alam pada umumnya,” kata Agung yang meraih gelar S-2 dari Program Studi Pengkajian Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Solo tahun 2009.

Sementara Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sri Sayekti melalui Wakasek bidang Humas Jatmiko menyatakan, banyak tamu ingin menimba ilmu sekolah Adiwiyata, karena Sekolahnya telah ditetapkan sebagai Adiwiyata dan menjadi Sekolah Rujukan serta dinobatkan The Most Favorite Elementary Islamic School In Quality Education Program of the year 2019 dari Indonesia Development Achievement Foundation (IDAF).

“Selamat datang, sekolah menginisiasi dan akan meluncurkan maskot Kayon Adiwiyata, Sabtu, 16 Maret 2019 bersamaan Studi Banding dari SD Islam Hidyatullah Semarang sebanyak 90 peserta. Kamis hingga Jum’at, 21-22 Maret 2019, menerima kunjungan SD Muhammadiyah 1 Bontang Kalimantan Timur dan SD Nizamia Andalusia Jakarta, Kamis 4 April 2019 sebanyak 28 siswa dan 6 guru,” ujarnya.

Dia juga mengemukakan, program Adiwiyata meliputi program daur ulang sampah, bank sampah, tanaman obat dan keluarga (toga), taman kelas, hidroponik, komposting, biopori, pemanfaatan air wudhu, kantin sehat, laboratorium botani, duta adiwiyata dan publikasi.

“Program Adiwiyata ini dilaksanakan oleh warga sekolah bersama dengan orangtua siswa dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan  di sekitar lingkungan sekolah,” ujarnya.