tapak suci uhamka
Tim Tapak Suci UHAMKA yang berhasil meraih juara umum III pada even Kejurnas Pencak Silat 'Yogyakarta Championship 5th 2019' yang berlangsung 12-13 Maret 2019 di UMY. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) berhasil meraih juara umum III pada even Yogyakarta Championship 5th 2019. Dalam even yang berlangsung di gedung Olahraga Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 12-13 Maret 2019 tersebut, Tapak Suci UHAMKA berhasil membawa pulang 4 medali emas, 7 medali perak dan 2 medali perunggu.

Wakil Rektor III UHAMKA Dr Lelly Qodariah M.Pd dalam keterangan persnya mengucapkan rasa syukurnya atas perolehan prestasi yang diraih unit kegiatan mahasiswa Tapak Suci UHAMKA. Ini bukanlah kali pertama Tapak Suci UHAMKA mengukir prestasi pada ajang perlombaan baik tingkat daerah maupun tingkat nasional.

“Alhamdulillah, selamat untuk para mahasiswa yang berhasil meraih prestasi terbaik dalam even Yogyakarta Championship 5th 2019 ini,” kata Dr. Lelly, Kamis (14/3/2019).

Even Yogyakarta Championship 5th 2019 merupakan ajang bergengsi karena diikuti oleh 2.600 pesilat yang tergabung dalam 300 kontingen yang berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air, baik tingkat sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

BACA JUGA:

Ketua Yogyakarta Championship 5th 2019, Romy Ardiansyah mengungkapkan terdapat 7 buah gelanggang dengan berbagai nomor pertandingan, 72 wasit utama dan garis serta 2030 partai yang dipertandingkan pada Kejurnas pencak silat tersebut.

“Even yang rutin kami gelar setiap tahun ini memperebutkan piala Kemenpora,” tutur Romy.

Menurutnya perlombaan Kejurnas pencak silat Yogyakarta Championship merupakan uji coba sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan prestasi para atlet. Dengan cara demikian maka para atltet akan semakin termotivasi dan tumbuh rasa percaya dirinya.

“Kami juga memfasilitasi para pelatih untuk dapat mengevaluasi kemajuan dan kemampuan para atlet yang mereka ikutkan dalam perlombaan ini, “ ujarnya.

Iapun menjelaskan bahwa pencak silat merupakan salahsatu warisan budaya bangsa Indonesia  dimana didalamnya mengandung pembelajaran bagi generasi muda yang sehat jasmani dan rohani.

“Jangan malu dengan pencak silat yang kita punya karena saat ini sudah mendunia dan banyak negara lain yang ingin belajar kepada kita,” jelasnya.

Assisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora Teguh Raharja mengharapkan melalui Kejurnas Pencak Silat Yogyakarta Championship 5th 2019 ini dapat mencetak atau memunculkan bibit-bibit atlet baru yang akan bersinar bagi olahraga pencak silat Indonesia.

BACA JUGA: