Unit Usaha Kalibrasi UAD Raih Keuntungan

Safar Nasir dan Imram Amin saat memberikan penjelasan kepada wartawan di Makassar, Kamis (14/3/2019). (foto : heri purwata)

MAKASSAR, MENARA62.COM — Unit Usaha Kalibrasi UAD (Universitas Ahmad Dahlan) telah memberikan keuntungan. Tahun 2018, PT Adi Multi Kalibrasi (AMK) Pusat Yogyakarta dan Cabang Makassar telah menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1,2 miliar.

Demikian dikatakan Wakil Rektor II UAD, Drs Safar Nasir MSi kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/3/2019). Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan PT Adi Multi Kalibrasi Makassar,  Imram Amin ST MT, Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum, Wakil Rektor III, Dr Abdul Fadlil MT, LM, serta H Wilson Abdullah SE, MM, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Toraja Utara.

Dijelaskan Safar Nasir, PT AMK yang didirikan UAD mempunyai tugas untuk menterra ulang peralatan kesehatan. PT AMK Pusat Yogyakarta menangani wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera. Sedang PT AMK Cabang Makassar menggarap wilayah Indonesia Timur.

Lebih lanjut Safar Nasir mengatakan ada tiga tujuan UAD mendirikan PT AMK yaitu akademik, sosial dan ekonomis. Tujuan akademik, unit usaha ini dapat menampung alumni UAD dari Program Studi (Prodi) Fisika, Elektro, Elektro Medik.

Tujuan sosialnya, kata Nasir, dapat membantu pemerintah untuk melakukan kalibrasi peralatan medis yang ada di rumah sakit, klinik kesehatan, Puskemas (Pusat Kesehatan Masyarakat).

Sedang tujuan ekonomis, tambah Safar, untuk mendapatkan uang untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar di UAD. Dana ini juga digunakan untuk meringankan beban mahasiswa UAD.

“Kita memiliki usaha kalibrasi di Yogyakarta dan Makassar. Ada daerah lain yang mengajukan untuk berkolaborasi di wilayah Sumatera. Ada Riau dan Medan.  Kita akan pilih salah satu,” kata Safar.

Sementara Imram Amin mengatakan untuk wilayah Indonesia Timur sudah ada 25 rumah sakit dan Puskemas yang dikalibrasi. Layanan kesehatan itu berada di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Wajo, Sidrap, Kota Palopo, dan sejumlah rumah sakit dan Puskemas di Kabupaten Pare-pare, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat. Bahkan rumah sakit milik Polda Sumatera Selatan dan Rumah Sakit Angkatan Darat Pelamodia juga telah dikalibrasi.

Kalibrasi, jelas Imram, dapat memberikan jaminan keselamatan bagi pasien. Sebab alat kesehatan yang tidak pernah dikalibrasi akan memberikan informasi yang salah. Hal ini akan berpengaruh terhadap diagnosa dokter.

“Tahun 2017, di Makassar, pernah terjadi bayi mati di dalam incubator. Akibat alat kesehatan tersebut tidak pernah dikalibrasi. Sehingga bayi mati terpanggang,” tàndas Imram.

PT AMK didirikan tahun 2013 dengan nama Laboratorium Kalibrasi dan Uji Universitas Ahmad Dahlan (LKU-UAD). Tahun 2014, LKU UAD terkareditasi KAN sebagai Laboratorium dengan kompetensi Kalibrasi berbasis SNI ISO/IEC 17025:2008 dengan kode LK-174-IDN.
Kemudian Rektor UAD mendirikan badan usaha dengan nama PT Adi Multi Kalibrasi dengan produk utama LKU–UAD menjadi layanan jasa kalibrasi dan uji alat kesehatan (ALKES). Tahun 2015, PT Adi Multi Kalibrasi memperoleh izin menyelenggarakan LKU-UAD sebagai Laboratorium Uji/Kalibrasi Alkes dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Selanjutnya, tahun 2016 PT AMK memperoleh izin operasional sebagai Institusi Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.