Tanggul Jebol, Puluhan Desa di Kulon Progo Terendam Banjir

banjir
Desa-desa di Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta terendam banjir. (Dok ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

KULON PROGO, MENARA62.COM – Tanggul Sungai Serang di Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, jebol. Akibatnya puluhan desa di sekitarnya terendam banjir dan menyebabkan  344 jiwa harus mengungsi.

“Jebolnya tanggul Sungai Serang menyebabkan 344 jiwa harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Banjir tersebut mengenai 20 desa di empat kecamatan,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Suhardiyana di Kulon Progo, dikutip dari Antara, Senin (18/3/2019).

Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo terkena  banjir akibat tanggul jebol setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah ini pada Sabtu (16/3) malam hingga Minggu (17/3) yang disertai angin.

Ia mengatakan, banjir di 20 titik itu ada di Kecamatan Wates, Panjatan, Pengasih dan Temon  disebabkan tanggul Sungai Serang sebelah selatan Jembatan Bendungan jebol.

Ia mengatakan untuk menangani 344 jiwa yang mengungsi, BPBD Kulon Progo mendirikan posko utama pengungsian yakni di Stadion Cangkring dan Kantor Kecamatan Panjatan.

Sejak semalam hingga 06.15 WIB, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan relawan, serta Dinsos fokus melakukan penangan bencana banjir.

“Kegiatan kami sampai pagi ini melakukan evakuasi terhadap korban banjir,” katanya.

Selain itu, lanjut Suhardiyana, Dinsos Kulon Progo juga telah menyiapkan dapur umum mobile untuk menangani logistik bagi warga korban kebanjiran. “Saat ini dapur umum juga sudah tersedia, soal berapa lama dapur umum disediakan, tergantung pada pimpinan,” katanya.

Ia mengatakan BPBD juga akan segera melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) terkait penanganan tanggul Sungai Serang yang jebol.

“BBWSSO merupakan pihak yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki tanggul jebol Sungai Serang,” katanya.

Selanjutnya, terkait bencana tanah longsor di 15 titik di Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang, BPBD Kulon Progo belum melakukan identifikasi secara menyeluruh karena masih menunggu kondisi cuaca sedikit cerah.

“Rencananya, pagi ini, kami akan ke lapangan untuk mendata korban tanah longsor dan kebutuhan mereka. Semalam, kami juga sudah mengirim logistik untuk warga yang rumahnya rusak dan sudah teridentifikasi,” katanya.