smk
Mendikbud Muhadjir Effendy saat meninjau pameran siswa SMK. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM –Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah siap menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar segera mengubahnya menjadi BLUD. Penetapan BLUD tidak perlu menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“SMK yang sudah siap silahkan jalan menjadi BLUD, tidak usah menunggu SK Menteri. Karena kalau menunggu SK Menteri prosesnya bisa lama,” kata Mendikbud, saat membuka resmi seminar dan pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Kamis (21/3/2019).

Menurut Mendikbud, mengubah diri menjadi BLUD adalah upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas SMK. Dengan menjadi BLUD maka nantinya pendapatan yang diperoleh bisa langsung dimanfaatkan untuk pengembangan SMK.

“Jadi tidak perlu lapor pendapatannya ke kas negara. Silakan dipakai, diputer-puter sendiri dana-dana yang masuk,” lanjut Mendikbud.

Ia mendorong SMK yang memang sudah bagus dan memenuhi syarat agar segera mengubah diri menjadi BLUD.

Mendikbud bahkan menjanjikan ‘hadiah’ bagi SMK yang berani berubah menjadi BLUD. Bentuk hadiahnya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. “Silahkan lapor kalau sudah ada yang jadi BLUD. Saya akan kasih hadiah,” katanya.

Muhadjir mengakui dari 9000-an SMK yang ada di Indonesia, hanya 1/3 saja yang memang benar-benar bagus. Sedang sisanya masih perlu pembenahan.

Untuk revitalisasi SMK, Mendikbud menjelaskan pihaknya akan fokus kepada SMK yang memang layak untuk direvitalisasi. Dana untuk revitalisasi siapkan masing-masing sekolah berkisar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.

“Kita fokus ke bebrapa SMK, tidak dibagi rata. Supaya efeknya lebih berasa,” tambah Mendikbud.

Pada kesempatan tersebut Mendikbud juga meminta agar SMK menciptakan suasana pembelajaran yang entrepreneur untuk membangkitkan semangat siswa menjadi wirausahawan. Entrepreneur tidak perlu diajarkan tersendiri atau masuk dalam materi belajar pada kurikulum.

Sebab semangat wirausaha sebenarnya tidak bisa dibangun secara instan. Perlu proses yang panjang agar jiwa wirausaha anak bisa tumbuh dan berkembang.

“Lingkungan keluarga amat mempengaruhi sikap entrepreneur anak. Jika anak terbiasa hidup pada lingkungan yang kental dengan jiwa wirausaha maka dengan sendirinya jiwa bisnisnya juga akan muncul,” tandas Mendikbud.