Tokoh PPP Jatim Diperiksa KPK

Tokoh PPP Jatim Diperiksa KPK
Tokoh PPP Jawa Timur (Jatim) Kiai Asep Saifuddin Chalim saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Senin (25/3/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

JAKARTA, MENARA62.COM — Kisah penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy masih berlanjut. “Nyanyian” Romy, panggilan akrab  Romahurmuziy, tampaknya ingin menyeret banyak pihak.

Senin (25/3/2019), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa tokoh PPP Jawa Timur, Kiai Asep Saifuddin Chalim. Ia diperiksa, terkait dalam penyidikan kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Kiai Asep diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy alias Rommy.

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap tokoh PPP Jawa Timur, Asep Saifuddin Chalim, sebagai saksi untuk tersangka RMY,” katanya, seperti dilansir Antara.

Selain itu, KPK juga memanggil dua saksi lainnya untuk tersangka Romy, yakni anggota DPRD Jawa Timur atau Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer dan PNS Kemenag Kanwil DI Yogyakarta Abdul Rochim.

Saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Asep menyatakan, dia memang kenal dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, yang juga salah satu tersangka kasus suap tersebut.

“Dua puluh tahun yang lalu, dia (Haris) pernah setiap pagi belajar ngaji ke saya,” ujar Asep.

Ia pun membantah telah memberikan rekomendasi ke Romy, soal jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, yang kemudian diisi oleh Haris Hasanuddin tersebut.

“Tidak pernah memberikan rekomendasi ke Pak Rommy,” ungkap Asep.

Sebelumnya, Rommy mengaku hanya meneruskan aspirasi soal pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI, salah satunya rekomendasi dari Asep Saifuddin Chalim soal jabatan di Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019, Romahurmuziy.

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Entah Romy atau Kiai Asep yang bisa dipercaya, semua diserahkan saja pada hasil pemeriksaan KPK. Sungguh terlalu, apa yang dilakukan Romy, jika nantinya sang Kiai terbukti tidak bersalah.