bsn
Kepala BSN Bambang Prasetya melihat dari dekat industri bajaj PT Krakatau Steel yang sudah menerapkan SNI. (ist)

SERANG, MENARA62.COM – PT Krakatau Steel, produsen baja terbesar di Indonesia dinilai patut menjadi contoh bagi industri lain dalam hal penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari 36 SNI terkait baja yang ditetapkan Badan Standardisasi Nasional (BSN), saat ini PT Krakatau Steel telah menerapkan 2 SNI. Selain itu perusahaan tersebut juga menerapkan 23 standar internasional lainnya.

“Ini membuktikan bahwa PT Krakatau Steel betul-betul berkomitmen terhadap mutu dan kualitas,” kata Kepala BSN Bambang Prasetya pada kesempatan bertemu dengan Direktur Utama PT. Krakatau Steel Silmy Karim beserta jajarannya, Jumt (29/3/2019).

PT Krakatau Steel yang berdiri pada tahun 1970 lanjut Bambang telah berkembang menjadi produsen baja terbesar di Indonesia. Krakatau Steel mampu menunjukkan perkembangan yang pesat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Komitmen tinggi perusahaan terhadap kualitas juga telah dibuktikan dengan menerapkan standar sejak tahun 1993, yakni berawal dari ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu yang kemudian ditingkatkan menjadi Sertifikasi ISO 9001: 2000 pada 2003. Sementara itu, perusahaan ini juga menerapkan ISO 14001 sejak tahun 1997.

BACA JUGA:

Komitmen PT Krakatau Steel akan penerapan standar lanjut Bambang dapat menjadi contoh bagi industri lainnya. Penetapan SNI baja didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertimbangan perlindungan konsumen dari beredarnya baja yang tidak aman.

Krakatau steel
Kepala BSN Bambang Prasetya saat mengunjungi pabrik baja PT Krakatau Steel. (ist)

Bambang mengakui penerapan SNI baja di Indonesia cukup menggembirakan perkembangannya. Data menunjukkan terdapat 49 perusahaan di Indonesia yang menerapkan SNI baja, baik yang diberlakukan wajib maupun sukarela. Sementara untuk wilayah Banten sendiri berjumlah 5.

“Bagi perusahaan, penerapan SNI baja sangat penting karena untuk keselamatan terutama bidang konstruksi. Apabila tidak memenuhi SNI, dapat memunculkan risiko yang mungkin saja bisa mengancam nyawa manusia,” lanjut Bambang.

Sejumlah standar yang diterapkan secara konsisten oleh PT Krakatau Steel antara lain Sistem Manajemen Mutu ISO 9001; Sistem Manajemen Keamanan Lingkungan ISO 14000; ISO 17025; SNI 07-0053-2006 Batang kawat baja karbon rendah (WR). Adapun SNI yang diberlakukan secara wajib SNI SNI-07-0601-2016 Baja Lembaran, Pelat dan Gulungan Canai Panas; SNI-07-3567-2016 Baja Lembaran Plat dan Gulungan Canai Dingin; JIS G 3505; JIS G 3101; JIS G 3106; JIS G 3136; serta masih banyak standar internasional lainnya.

“Penerapan SNI sukarela membuktikan bahwa menerapkan SNI tidak harus dipaksa melalui regulasi atau pemberlakuan SNI secara wajib,” tukasnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan penerapan SNI sudah menjadi komitmen perusahaan dalam melindungi konsumen dalam negeri.

“Kami ingin mencapai tujuan menghasilkan produk berkualitas dan berstandar. Dengan SNI, konsumen semakin yakin terhadap produk Krakatau Steel, “ujarnya.

Hingga saat ini BSN telah menetapkan 11.815 SNI untuk berbagai kategori produk.

BACA JUGA: