Desty Restia Rahmawati diapit Nining Sugihartini, Dwi Utami, Dedi Pramono dan Danang Sukantar di Kampus UAD Yogyakarta, Senin (1/4/2019). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Desty Restia Rahmawati, mahasiswi Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta meraih Best Oral Presentation pada 4th ICPPS (4th International Conference on Pharmacy and Pharmaceutical Science), Kamis-Sabtu (28-30/3/2019). Kompetisi yang diikuti mahasiswa S1, S2, dan S3 serta profesional berasal dari 21 negara dan berlangsung di Global Front, Surugadai Campus, Meiji University, Tokyo, Jepang.

“Selain meraih best oral presentation, sayamenjadi presenter termuda. Ada peserta dari UII. Tetapi dia sudah lulus dan mempresentasikan hasil skripsi,” kata Desty kepada wartawan di Kampus UAD Yogyakarta, Senin (1/4/2019).

Dalam konferensi pers, Desty didampingi pembimbing, Dr. Nining Sugihartini, M.Si., Apt, Dr. Dwi Utami, M.Si, Apt (Kaprodi Farmasi), Dr Dedi Pramono (Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni/Bimawa), dan Danang Sukantar MPd (Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa).

Desty mengaku sempat grogi dalam mempresentasikan hasil penelitiannya. Sebab hampir seluruh peserta sudah lulus S1, sedangkan dirinya masih semester VI di UAD. “Saat presentasi saya berusaha untuk tenang dan jujur kepada juri bahwa saya masih undergraduate. Alhamdulillah saya berhasil menjadi Best Oral Presentation,” kata Desty dengan bangga.

Dalam presentasinya, Desty Restia Rahmawati mengangkat judul ‘The Anti-Inflammatory Activity of Essential Oil of Clove (Syzigium aromaticum) in Absorption Base Ointment with Addition of Oleic Acid and Propylene Glycol as Enhancer.’ Penelitian ini menemukan obat untuk mengatasi peradangan. Bahannya berasal dari minyak atsiri bunga cengkeh. Anti oksidan diformulasikan dan terbukti zat aktif atsiri bunga cengkah bisa digunakan sebagai anti radang. “Bentuknya salep. Ini meningkatkan penyerapan zat aktif ke dalam kulit,” kata Desty.

Sedang Nining Sugihartini menjelaskan untuk menjalin mahasiswa berprestasi seperti Desty dilakukan sejak semester pertama. Selanjutnya, mahasiswa tersebut aktif di dalam PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa). “Setelah ketemu, mereka kita kawal untuk diberikan pembimbingan,” kata Nining.

Sementara Dedi Pramono mengungkapkan Bimawa bertugas membimbing, mengembangkan seluas-luasnya minat, bakat, penalaran mahasiswa. Selain itu, memberikan dukungan dana dan apresiasi agar mahasiswa bisa mengembangkan kemampuannya secara optimal di bidang yang ditekuni.

“Selama satu tahun Bimawa bisa membantu peningkatan prestasi dan mendapat hasil yang memuaskan. Akan terus dibangun sistem informasi manajemen pemeringkatan UAD. Semakin mahasiswa berprestasi untuk mendorong dan mendukung pemeringkatan universitas agar semakin baik. ,” kata Dedi.

Untuk meningkatkan pemeringkatan universitas yang baik, UAD minimal 270 event serendah-rendahnya tingkat provinsi dan harus juara. “Sehingga tidak sekedar ikut, tetapi harus meraih juara,” tambah Dedi.

ICPPS 2019 mempertemukan para akademisi dan pakar industri inovatif di bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi seluruh dunia. Tujuannya, mempromosikan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi. Selain itu, juga untuk pertukaran informasi ilmiah antara peneliti, pengembang, insinyur, mahasiswa, dan praktisi yang bekerja di Jepang dan luar negeri.