Rektor UAD dan Ketua Stikes Aisyiyah Bandung memperlihatkan MoU yang telah ditandatangani di Yogyakarta, Selasa (2/4/2019). (foto : istimewa)

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta akan membantu Stikes Aisyiyah Bandung, Jawa Barat yang ingin berubah menjadi Universitas Aisyiyah (Unisa). Tim UAD akan membantu mencermati, memberi masukan, dan mendampingi pengembangannya.

Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum mengemukakan hal tersebut saat menerima kunjungan rombongan Stikes Aisyiyah Bandung di Kampus I Yogyakarta, Selasa (2/4/2019). Rektor UAD didampingi Wakil Rektor III, Dr Abdul Fadhil MT, dan Kepala Bimawa Dr Dedi Pramono, MHum. Sedang rombongan Stikes Aisyiyah Bandung terdiri ketuanya, Tia Setiawati, MKep, Res RP Ningsih, SKep, Ners (Humas) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati, MPd serta Tia Muthia Umar, MSi.

UAD, kata Kasiyarno, akan membantu semua kebutuhan pengembangan Stikes Aisyiyah Bandung, non finansial. Stikes Aisyiah bisa maju seperti UAD apabila para pimpinan dan semua wadyabala dapat bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas.

“Hal yang segera dilakukan Stikes Aisyiyah Bandung adalah membuat rincian kebutuhan dengan skala prioritasnya dan waktu yang jelas,” tandas Kasiyarno yang telah memberikan bantuan kepada sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTM/A) di seluruh Indonesia.

Dijelaskan Ketua Stikes Aisyiyah Bandung, Tia Setiawati, kehadirannya ke UAD untuk meminta bantuan agar perguruan yang dipimpinnya bisa menjadi universitas berkualitas. UAD yang terakreditasi institusi A, memiliki fasilitas kampus yang sangat memadai dan sistem manajerial yang handal.

Karena itu, ia berharap UAD bisa menularkan ke kampusnya yang sedang berjuang melakukan perubahan status dari sekolah tinggi ke universitas. “Bantuan yang diharapkan dari UAD adalah penguatan model penerimaan mahasiswa baru, pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), pengelolaan akademik, dan pembinaan kemahasiswaan,” kata Tia Setiawati.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) UAD dan Stikes Aisyiyah Bandung. MoU ditandatangani Rektor UAD dan Ketua Stikes Aisyiyah Bandung.

Sedang Ia Kurniati, Ketua BPH (Badan Pengurus Harian) Stikes Aisyiyah Bandung mengatakan pihaknya sudah memiliki lahan 3.8 hektare yang siap bangun. Banyak investor yang menawarkan diri untuk merealisasikan pembangunan kampus baru.

Namun sebelum pembangunan fisik kampus, BPH berkeinginan untuk melakukan pembangunan akademik, SDM dan kemahasiswaan terlebih dahulu. “Di sinilah peranan UAD sebagai salah perguruan tinggi besar milik Persyarikan Muhamamdiyah amat diharapkan,” kata Kurniati.