Budi Karya Sumadi
Hoax, tiket mudik Jakarta-Surabaya hingga Rp 4 juta.

JAKARTA, MENARA62.COM — Kementerian Perhubungan terus berupaya mendukung para milenial yang bergerak dalam mengembangkan digitalisasi ekonomi pada industri kreatif. Kemenhub juga  mendorong peran pihak BUMN dan pihak swasta untuk menjadikan mereka sebagai “anak asuh” yang dapat memberikan dukungan moril maupun materil.

“Perlu peran serta seluruh elemen masyarakat, pemerintah, swasta, media massa demi mendukung digitalisasi ekonomi,”  demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi selaku Koordinator Presidium II Himpuni saat membuka Seminar dan Dialog Nasional “Milenial Indonesia dalam Ekonomi Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0” di JIEXPO, Jakarta, Rabu (4/3/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan ekonomi kreatif merupakan bentuk industri yang memiliki nilai tambah ekonomi, memiliki biaya, memiliki fleksibikitas, ringan sumber daya alam, memiliki keringanan modal,  ditopang oleh teknologi informasi, dan dilakukan oleh generasi milenial atau gen Y. Ia mencontohkan ekonomi kreatif yang telah berkembang di Indonesia seperti Bukalapak, Tokopedia, Gojek, Ruang Guru telah masuk dalam kehidupan sehari-hari dan ia berharap peluang-peluang tersebut turut berperan dalam kejayaan e-commerce dan ekonomi digital Indonesia.

Menhub Budi menjelaskan upaya dan dukungan Kementerian Perhubungan mendukung industri kreatif pembuatan start up oleh para generasi milenial melalui program bernama “Transhub Challenge”. Program ini mengumpulkan para millenial pegiat startup di sektor transportasi untuk saling berkompetisi menunjukkan hasil karyanya.

“Pemenang pertama Transhub Challenge karyanya yaitu membuat aplikasi SharC. Aplikasi ini bertujuan memanfaatkan ruang kapasitas dari aset yang dimiliki oleh seseorang atau organisasi baik aset fisik secara langsung atau kapasitas yang didapatkan dari layanan lain. Hal itu untuk bisa dioptimalkan dalam aktifitas transportasi seperti pengiriman barang atau perpindahan penumpang,” kata Menhub.

Lebih lanjut, dirinya menyebutkan pemenang kedua membuat program CONsecure yang merupakan aplikasi berbasis perangkat elektronik untuk membantu proses perizinan dan kelengkapan dokumen pendukung dalam industri pelayaran, khususnya pada proses bongkar dan muat. Sementara itu pemenang ketiga dengan program Nitih Nitih yaitu aplikasi berbasis smartphone untuk membantu penumpang difabel dalam mengakses informasi sarana dan prasarana transportasi beserta kontak bahaya.

Menhub Budi juga memaparkan bahwa milenial atau Generasi Y yang lahir pada tahun 1980-2000 memiliki jumlah hingga 43 juta jiwa dari jumlah warga negara Indonesia dan berusia produktif. Dirinya juga mengutip ucapan Presiden RI Joko Widodo bahwa kalau ingin bersaing dengan industri canggih, kita akan kalah dengan Jerman atau Jepang tetapi apabila kita bergerak pada ekonomi kreatif besar kemungkinan kita jadi pemenang. ” Oleh karena itu, kami ingin hal tersebut menjadi motivasi sebagai semangat, pemikirian, untuk dilakukan oleh  generasi milenial,” lanjutnya.

“Saya harap diskusi dan seminar ini dapat menghasilkan ide dan sharing yang bagus dalam mengembangkan industri kreatif,” lanjut Menhub Budi. Dirinya juga mengapresiasi hasil kerja keras panitia seminar dan mengapresiasi kehadiran peserta seminar yang memperoleh informasi secara online.

Seminar dan Dialog Nasional ini juga dihadiri narasumber Bambang Brojonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional), Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia), Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika), Kim Chang Beom (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia), Gita Gutawa (Penyanyi), dan dimoderatori oleh Cak Lontong. (AH)