konferensi psikologi
Para peserta Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia berfoto bersama.

JAKARTA, MENARA62.COM – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) gelar Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UHAMKA Limau tersebut berlangsung selama dua hari yakni 4-5 April 2019.

Setidaknya ada 12 universitas dari berbagai kota di Indonesia ambil bagian dalam konferensi berskala nasional tersebut. Yakni UHAMKA, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pertahanan Indonesia, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Udayana dan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Unviersitas Diponegoro (Undip), Universitas Muhammadiyah Purwokerto, UIN Gunung Djati, Universitas Yarsi, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Mengambil tema Honoring Diversity in Daily Living, Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia bertujuan meningkatkan kesadaran akan keberagaman dan keanekaragaman budaya Indonesia di kalangan mahasiswa. Dengan demikian akan tercipta kehidupan social yang harmonis.

uhamka
Rektor UHAMKA Prof Gunawan Suryoputro saat membuka Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia

Rektor UHAMKA Prof Gunawan Suryoputro dalam sambutannya mengatakan tema yang diambil pada konferensi peneliti muda psikologi kali ini sangat tepat ditengah perkembangan dan situasi kehidupan bermasyarakat Indonesia belakangan ini. Dimana ada gejala perpecahan akibat tidak dipegang teguh lagi semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Ada kesan masyarakat Indonesia kini menjadi terkotak-kotak, tersekat satu dengan lain, menolak keberagaman,” kata Rektor saat membuka resmi Konferensi Peneliti Muda Psikologi Indonesia.

Hadir pada acara pembukaan antara lain Wakil Rektor III Dr. Lelly Qodariah, M.Pd, Dekan Fakultas Psikologi  Dr. Yulmaida Amir, MA. Selain itu hadir pula sebagai narasumber Ichsan Malik, M.Si dan Dr. Yayah Khisbiyah, MA, para tenaga pengajar dan para peserta peneliti muda Psikologi UHAMKA.

BACA JUGA:

Rektor lebih lanjut mengingatkan bahwa keberagaman sejatinya sudah dimiliki Indonesia sejak Negara ini berdiri. Para founding father menyadari betul bahwa Negara Indonesia memiliki keragaman suku bangsa, agama, budaya dan bahasa. Karena itu lahirlah semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Saat ini diakui Rektor, semboyan tersebut hanya menjadi sekedar ucapan yang hampir semua rakyat Indonesia ingat. Namun tidak mengerti akan makna yang terkandung didalamnya.

Kurangnya kesadaran untuk dapat menghormati keanekaragaman inilah yang menjadi salah satu penyebab sulitnya menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai diantara sesama manusia.

Terhadap ‘perpecahan’ dan gejala menolak perbedaan tersebut, lanjut Rektor, para peneliti muda psikologi bisa mengambil peran aktif. Misalnya melalui penelitian yang mengambil obyek kehidupan masyarakat dilingkungan terdekat.

uhamka
Sejumlah pembicara yang tampil pada Konferensi Nasional ke-4 Peneliti Muda Psikologi Indonesia di UHAMKA

“Lakukan penelitian dari hal-hal sederhana, dilingkungan terdekat Anda. Cari solusi bagaimana Negara ini kembali direkatkan oleh kesadaran akan perbedaan dan keberagaman penduduknya,” lanjut Rektor.

Lepas dari masalah penelitian, Rektor mengingatkan agar gejala perpecahan sosial, sikap tidak menerima difference yang muncul pada sebagian masyarakat tidak ditiru baik oleh mahasiswa maupun para peneliti muda psikologi. Mahasiswa dan peneliti muda diharapkan memiliki sikap teguh dan tidak mudah teroengaruh oleh gejala mainstream yang demikian.

Pada konferensi yang dilanjutkan dengan workshop tersebut, setidaknya ada 40 artikel dan 133 abstrak yang dibahas peserta. Dr. Iswinarti, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Malang membawakan makalah bertema “Membangun Karakter Anak Melalui Permainan Traditional Dengan Metode Berlian“.

Sedang Dekan Psikologi UHAMKA Dr. Yulmaida Amir, MA. memberikan  workshop dengan mengangkat tema “Pendekatan Psikologi Positif  Dalam Bimbingan Konseling“.

Selain diadakan workshop, para mahasiswa peneliti muda juga melakukan presentasi atas penelitianya yang didampingi dan dibimbing langsung oleh para moderator. Prentasi tersebut dilakukan di setiap kelas.

Para peraih artikel ilmiah terbaik berfoto bersama Warek III UHamka Dr. Lelly Qodariah, M.Pd

Pada sesi penutupan konferensi diumumkan 10 artikel ilmiah terbaik peserta konferensi. Ke-10 artikel ilmiah psikologi terbaik tersebut 3 artikel berasal dari UHAMKA, 3 artikel dari UII, satu artikel dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto, satu artikel dari Undip, satu artikel dari Ukrida dan satu artikel dari UPJ. Ke-10 artikel psikologi terbaik tersebut bisa diakses http://proceedings.psikologi.uhamka.ac.id/index.php/prosiding/index

Sedang untuk peneliti muda terbaik diraih Uhamkan dan UM Purwokerto. Baik peneliti terbaik maupun artikel terbaik masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai dan plakat.

BACA JUGA: