kowani fair
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto dan Sekjen Kemensos berfoto bersama anak-anak yatim, dhuafa dan anak berprestasi usai menutup Kowani Fair 2019

JAKARTA, MENARA62.COM – Kemampuan perempuan dalam hal pemberdayaan ekonomi harus terus ditingkatkan. Dengan cara demikian maka kaum perempuan akan memiliki rasa percaya diri dan berani mengambil keputusan penting dalam urusan bisnisnya.

“Ada sekitar 30 persen perempuan belum berani mengambil keputusan sendiri, masih bergantung pada orang lain baik suami maupun keluarga,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo usai penutupan Kowani Fair 2019, Ahad (7/4/2019).

Padahal lanjut Giwo, perempuan memiliki kemampuan yang baik dalam hal usaha dan pengelolaan uang. Sifat perempuan yang ulet, pekerja keras dan rajin menjadi nilai tambah bagi perempuan dalam mengelola usaha sendiri atau berbisnis.

Giwo menjelaskan saat ini banyak kaum perempuan yang sukses menjadi pengusaha. Mereka bukanlah berasal dari perempuan dengan modal usaha yang kuat. Umumnya perempuan pengusaha menjadi besar karena keuletan ditambah skill pada bidang yang ditekuni.

Ke depan, Kowani akan terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan skill, sehingga pemberdayaan ekonomi perempuan bisa dioptimalkan. Termasuk memberikan pelatihan kepada pengusaha wanita terkait era industry 4.0.

kowani
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo.

“Era industry 4.0 menuntut skill yang lebih baik, kemampuan beradaptasi dengan pasar serta kemampuan membentuk networking atau jaringan pemasaran,” lanjut Giwo.

Senada juga dikatakan Sekjen Kemensos Hartono Laras. Dalam sambutan saat menutup Kowani Fair 2019, Hartono mengatakan era industry 4.0 disatu sisi banyak menimbulkan masalah, tetapi sisi lain juga banyak memberikan manfaat. Situasi seperti ini harus dipahami oleh kaum perempuan terutama mereka yang bergelut dalam bidang usaha.

“Kemampuan wanita pengusaha terutama dalam hal beradaptasi dengan teknologi informasi harus terus ditingkatkan. Supaya usaha yang digeluti bisa tumbuh lebih baik,” katanya.

Sekjen juga mengucapkan terimakasih kepada Kowani. Karena sebagai organisasi federasi yang menaungi 91 organisasi perempuan di Indonesia, Kowani telah menjadi mitra yang strategis bagi Kemensos dalam hal pemberdayaan kaum perempuan dan menyelesaikan masalah-masalah social.

“Ada banyak program sudah kita sinergikan dengan Kowani. Bahkan masalah anak-anak terlantar, anak jalanan atau anak miskin. Kowani banyak membantu kami,” tutup Sekjen.

Kowani Fair 2019 itu sendiri berlangsung 4-7 April 2019. Kowani Fair 2019 membuka 120 stand terdiri atas produk fesyen, perhiasan, hasil pertanian, produk kuliner dan produk olahan. Peserta sebagian besar adalah anggota Kowani dan pengusaha kecil yang merupakan binaan Kowani.