Juara Dunia

Juara Dunia
Juara Dunia

Seorang netizen bernama Fianisa Tiara Pradani mengunggah foto bungkus plastik mi intan yang sudah berusia 19 tahun melalui akun Twitter. Bungkus itu ditemukan di pantai Sendang Biru, Malang. Pada bungkus tersebut, tertulis ‘’Dirgahayu 55 tahun Indonesiaku’’. Dilansir dari news portal Kompas, cuitan @selfeeani itu akhirnya viral setelah di-retwit Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Indonesia memiliki produk mi instan yang telah mendunia. Sebuah artikel tahun 2017 menyebutkan, produksi merk mi instan paling top itu sudah mencapai 15 miliar bungkus per tahun dan telah diekspor ke 60 negara.

Mengutip sebuah artikel yang diterbitkan Sinergi Foundation, masa urai bungkus plastik antara 10 – 12 tahun. Sedangkan botol plastik butuh waktu 15 – 20 tahun. Stereofoam lebih lama lagi: 500 tahun!

Kalau setahun diproduksi 15 miliar bungkus, maka pada tahun ke-10, terkumpul sampah sebanyak 150 miliar bungkus. Padahal, ternyata, ada juga yang belum terurai walau sudah berusia 19 tahun!

Itu baru bungkus satu merk mi instan. Padahal, ada belasan merek mi instan lokal lain yang beredar di pasaran. Belum lagi yang impor. Kalau ditambah dengan sampah gelas dan botol plastik, pasti lebih mencengangkan lagi jumlahnya.

Jangankan gelas dan botol. Sedotannya saja luar biasa banyaknya. Diperkirakan ada 15 juta sedotan yang dibuang setiap hari. Konon kalau disambung, panjangnya mencapai Jakarta – New York.

Wakil Presien HM Jusuf Kalla, dalam suatu kesempatan, menyampaikan bahwa Indonesia memasuki fase darurat sampah plastik. Bila tak segera diatasi, Indonesia akan kehilangan daya saing di bidang pariwisata. Sebab dasar laut di Indonesia akan segera berubah menjadi tempat sampah raksasa. Yang terbesar di dunia.

Statemen Pak JK tidak mengada-ada. Itu benar adanya. Berdasarkan penelitian Jena R Jambeck yang dimuat ‘Saint Magazine’ pada 12 Februari 2015, sampah plastik yang ada di lautan Indonesia mencapai 187 juta ton per tahun. Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah China. Sayangnya, Pak JK tidak memaparkan, bagaimana roadmap pemerintah untuk segera mengatasi masalah sampah plastik itu.

Dalam debat calon presiden, Joko Widodo juga sempat menyinggung program perang terhadap sampah plastik untuk menyelamatkan lingkungan hidup. Tapi, ia juga tidak menjelaskan. Seperti apa programnya.

NATO: no action talk only.