Kemenkes: Ibadah Haji Membutuhkan Kesiapan Fisik yang Kuat

haji
Petugas kesehatan sedang memasang alat pelindung diri kepada jemaah haji. (ist/sehatnegeriku)

GORONTALO, MENARA62.COM – Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc mengingatkan ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik yang kuat. Hal ini disebabkan banyaknya rukun dan wajib haji yang harus dilakukan dan kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat ekstrem bila dibandingkan dengan di Indonesia.

Karena itu diimbau semua jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama di tanah suci.

Menurut Eka Jusup, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh jemaah haji saat di Arab Saudi. Pertama, selalu membiasakan untuk sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke masjid atau melakukan kegiatan ibadah lainnya.

Kedua, mengenakan sandal jika bepergian ke madjid dan dibawa ke dalam masjid. Selanjutnya, meminum air sesering mungkin, jangan menunggu haus. Berikutnya menggunakan masker setiap kali ke luar ruangan.

“Terakhir, jika sakit pada saat melontar jumroh bisa dibadalkan. Jangan memaksakan diri,” kata Eka pada acara sosialisasi kesehatan haji di Gorontalo, dikutip dari laman sehatnegeriku, Senin (15/4).

Acara sosialisasi haji sehat ini terselenggara berkat kerja sama antara Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Pertemuan dihadiri oleh Walikota Gorontalo, Kepala Kanwil Kementerian Agama Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan 380 orang jemaah haji Kota Gorontalo.

Selanjutnya Walikota Gorontalo Marten H. Taha, SE, M.EC.Dev, menyampaikan program manasik haji terpadu sejak tahun 2014 telah dimasukan ke dalam APBD Kota Gorontalo untuk pembinaan jemaah haji. Kegiatannya tidak hanya untuk bimbingan ibadah saja tapi juga bagi bidang kesehatannya.

“Kami berharap agar jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan diberikan kesehatan sampai kembali ke tanah air,” ujar Marten.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dr. Hj. Nur Albar, Sp.PD FINASIM, mengungkapkan sebanyak 94 persen calon jemaah haji atau sebanyak 400 orang dari total 425 orang jumlah calon jemaah haji asal Kota Gorotanlo sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, seluruhnya memenuhi syarat istitaah kesehatan haji.

Sementara itu ketika disinggung mengenai kesiapan SDM kesehatan dalam melayani jemaah, Kapuskes Haji meyakinkan bahwa meskipun dari segi jumlah atau rasio petugas dan jemaah haji terlihat kurang, akan tetapi dengan strategi yang tepat niscaya tetap dapat memberikan layanan optimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

“Jika dilihat dari jumlah memang terlihat kurang, namun untuk menambah jumlah petugas bukan wewenang Kementerian kesehatan. Kami tim kesehatan menggunakan strategi jejaring dengan perangkat kloter lainnya dan memaksimalkan semua sumber daya yang ada.

TKHI [Tim Kesehatan Haji Indonesia] tidak hanya bekerja sendiri tetapi bekerja bersama ketua rombongan, ketua kloter dan pembimbing ibadah.

“Saya berharap juga dapat bekerjasama dengan KBIH-KBIH” jelas Eka.