Bandara Ngurah Rai Terbakar
Petugas berjaga di sekitar lokasi kebakaran yang terjadi di kawasan Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (19/4/2019). Operasional Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai yang dihentikan sementara pasca kebakaran pada Jumat sore, ditargetkan dapat dioperasikan kembali pada Sabtu (20/4) pagi. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama

BADUNG, MENARA62.COM — Hingga pukul 21.45 Wita ini, dari 19 penerbangan yang terdampak tadi, sebanyak 10 penerbangan sudah bisa kami diberangkatkan.

Demikiran quotation dalam berita yang dirilis Antara pada Jumat (19/4/2019) malam, jelang tengah malam. Sebanyak 19 penerbangan rute domestik sempat terdampak peristiwa kebakaran yang terjadi di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Ke-19 penerbangan itu dialami penumpang Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air dan Wings Air, seperti disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono di Badung.

Bandara ini, baru selesai di renovasi, diperluas, pada akhir September tahun 2018 lalu. Proyek perluasan Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali yang dipersiapkan untuk melayani kepentingan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 ini, biayanya habis Rp 2,2 triliyun. Dana sebesar itu, dihabiskan untuk tiga paket perluasan di apron barat, apron timur, dan VVIP.

Ditutup

Haruman mengatakan, pascakebakaran, pihaknya harus melakukan penutupan operasional sementara Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai akibat masih adanya asap di lantai dua bangunan yang dapat mengganggu pernafasan.

Karena terminal keberangkatan domestik ditutup, para calon penumpang pesawat diarahkan menuju terminal internasional melalui koridor connecting yang biasanya digunakan untuk menghubungkan penumpang transit dari terminal domestik ke internasional.

“Hingga pukul 21.45 Wita ini, dari 19 penerbangan yang terdampak tadi, sebanyak 10 penerbangan sudah bisa kami diberangkatkan,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, diperkirakan sebanyak 2.000 penumpang terdampak dan mengalami keterlambatan keberangkatan dengan selisih penundaan penerbangan sekitar 30 menit hingga 1,5 jam.

“Namun jumlah itu masih belum bisa kami pastikan karena kami masih melakukan pemeriksaan manifest penumpang dari lima maskapai itu,” kata Haruman Sulaksono.

Ia menargetkan, Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai dapat beroperasi kembali melayani pengguna jasa bandar udara pada Sabtu (20/4/2019) pagi.

“Malam ini semua tim kami dikerahkan untuk melakukan persiapan teknis serta operasional bandara sehingga besok pagi terminal keberangkatan domestik sudah dapat digunakan. Namun untuk lokasi kebakaran tadi akan kami sekat agar tetap menjaga TKP kebakaran dan agar tidak mengganggu kenyamanan para pengguna jasa bandara,” ujar Haruman Sulaksono.