Ketua Umum Kowani: Lanjutkan Semangat Perjuangan Ibu Kartini!

kowani
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Sosok Kartini yang penuh semangat dan cerdas hendaknya dapat menjadi sumber inspirasi bagi setiap orang. Terutama semangat untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia agar sejajar dengan kaum laki-laki.

“Kartini adalah sosok yang patut menjadi teladan semua orang,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, MPd dalam pernyataan tertulisnya memperingati Hari Kartini, Ahad (21/4/2019).

Menurut Giwo, keputusan Kartini memilih pendidikan sebagai jalur yang harus ditempuh untuk memperjuangkan kaum perempuan adalah keputusan yang tepat.  Karena perempuan adalah sekolah pertama dan utama bagi setiap anak.  Melalui pendidikan pula, perempuan dapat maju dan memiliki ilmu untuk mendobrak tradisi yang membodohkan.

“Pendidikan bagi seorang perempuan juga dapat menentukan jalan hidup serta kemandiriannya,” lanjut Giwo.

Karena itu, jelas Giwo, perempuan harus dibekali dengan pendidikan yang baik, sehingga memiliki karakter yang baik pula, agar dapat mendidik generasi penerus bangsa yang cerdas, unggul dan memiliki akhlak yang mulia.

“No Women and Girl Left Behind”, tidak ada perempuan dan anak perempuan tertinggal dibelakang,” katanya.

Semboyan tersebut sangat penting untuk terus digaungkan mengingat peran dan tanggung jawab besar perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang membina generasi penerus masa depan bangsa, membangun karakter dan mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga lingkungan  alam agar tetap dapat dinikmati oleh anak cucu. Selain itu  perempuan dapat berperan aktif menggerakkan ekonomi keluarga, ekonomi masyarakat dan bangsa.

Giwo menegaskan bahwa perempuan Indonesia harus cerdas, yang meliputi cerdas kodrati (tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan), cerdas tradisi (tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan), cerdas sosial (tahu tata pergaulan sosial yang membangun  karakter) dan cerdas profesi (hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang) dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Perempuan juga harus dapat berpikir “out of the box”, yang inovatif dapat mengatasi problem masa depan yang jauh beragam dan tidak biasa biasa saja. “Think Equal, Build Smart, Innovate for Change, perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan” .

“Pasti ada tantangan  yang dihadapi, mari bersatu fokus dalam melanjutkan semangat perjuangan ibu Kartini,” tutup Giwo.

SELAMAT HARI KARTINI 2019!