Hari Pertama UN dan USBN, Mendikbud Tinjau 4 Sekolah di DKI Jakarta

mendikbud
Mendikbud Muhadjir Effendy saat meninjau pelaksanaan UN di salah satu SMP di DKI Jakarta. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy hari ini mengunjungi sejumlah SD dan SMP di DKI Jakarta untuk melihat dari dekat pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk SMP dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk SD. Kunjungan dimulai dari SD Muhammadiyah 5, Kebayoran Baru, kemudian dilanjutkan ke SD Kramat Pela, Kebayoran Baru.

Setelah itu Mendikbud juga melihat dari dekat pelaksanaan UN di SMP N 19 dan SMP N 11 yang lokasinya berdekatan.

Dalam keterangannya, Mendikbud mengatakan secara keseluruhan proses ujian baik untuk SD maupun SMP pada hari pertama berjalan dengan baik.

“Saya sebenarnya mengecek persiapan terutama terkait pengamanan soal dan pengawas. Semuanya sudah sesuai standar. Saya berharap ujian berjalan baik,” kata Mendikbud.

Meski ujian sekolah, untuk siswa SD lanjut Muhadjir sudah mulai dikenalkan dengan soal-soal yang membutuhkan penalaran tinggi. Soal-soal tersebut jumlahnya hanya beberapa saja, tetapi sangat penting untuk melatih kemampuan dan cara berpikir siswa ke depan.

“Kebetulan anak saya tahun ini ikut USBN dan saya sempat melihat soal-soal latihan di rumah. Memang sudah dikenalkan soal yang butuh penalaran tinggi. Ini sangat bagus,” tambahnya.

Model soal dengan penalaran tinggi juga dikenalkan untuk siswa SMP. Model soal ini jumlahnya tidak banyak tetapi ditemukan di semua mata pelajaran yang diujikan.

Muhadjir mengingatkan bahwa pendidikan adalah langkah panjang dan prosesnya tidak serta merta jadi. Karena itu prosesnya harus diikuti dengan baik agar hasil pendidikan kita lebih berkualitas.

Terkait sarana prasarana di daerah, Mendikbud berjanji akan mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah Indonesia Timur seperti NTT.

“Saya akan kunjungi skeolah-sekolah yang sarana prasarana belum memenuhi, sebagai bahan intervensi,” tukas Mendikbud.

USBN bagi siswa SD akan berlangsung selama 3 hari yakni 22, 23 dan 24 April 2019 dengan mata pelajaran yang diujikan terdiri atas Bahasa Indonesia, matemetika dan IPA.