Jet Commerce Bantu Atasi Kendala Mitra dalam Bisnis Daring
Jet Commerce Bantu Atasi Kendala Mitra dalam Bisnis Daring

JAKARTA, MENARA62.COM — Jet Commerce membantu atasi kendala mitra dalam bisnis daring. Pelaku bisnis daring, sering menghadapi tantangan dalam usahanya. Salah satunya, proses pergudangan dan layanan pengemasan dan pengiriman barang.

Agustina Putri Wijaya, Marketing Director Jet Commerce, Senin (23/4/2019) mengatakan,  tiga tantangan dalam bagian operasi dan fulfillment (proses pemenuhan pesanan).

Tantangan pertama yaitu keterbatasan tenaga ahli di bidang operasi dan fulfillment itu. “Memang ada merek yang mempunyai tempat penyimpanan barang pesanannya tersendiri. Hal ini suatu yang positif dan menunjukkan bisnis e-commerce yang berkembang,” ujarnya.

Namun, menurut Agustina, ada sebagian merek yang memiliki keterbatasan tenaga ahli di bidang operasi dan fulfillment serta kompetensi dalam hal jaringan distribusi.

“Disinilah, keberadaan Jet Commerse menawarkan solusi untuk membantu brand pada proses pelayanan produk dalam pemenuhan pesanan konsumen agar berjalan lancar, dan brand lebih fokus pada marketing serta produknya,” ujarnya.

Kedua,  tantangan ketika merek menghadapi perubahan volume pesanan yang meningkat dalam waktu singkat. Misalnya ketika ada acara festival belanja daring 11.11 dan 12.12, tahun baru, lebaran, dan natal. Jet Commerce membantu mengantisipasi pesanan yang meningkat tersebut dengan cara melakukan pengemasan pendahuluan untuk produk dari pelaku bisnis daring yang ada.

“Biasanya  order pesanan per hari mencapai 2000-3000 yang ditangani. Jika ada perubahan lonjakan pesanan, bisa meningkat hingga beberapa kali lipat per harinya, bisa 3000-4000, atau saat hari belanja online nasional bisa sampai 33 ribu pesanan dalam dua hari,” ujarnya.

Menurutnya, untuk memenuhi pesanan ini terkadang pelaku bisnis daring menghadapi kendala. Jet Commerce membantu persiapan lebih awal dengan pengemasan pendahulun, dalam menghadapi lonjakan volume pesanan ini.

“Kemudian melakukan persiapan hulu ke hilir, mulai dari menambah jumlah dan shift kerja dan memastikan seluruh sistem penunjang bekerja baik. Jadi, begitu ada kampanye belanja online, produk siap kirim dan tidak kalang kabut lagi,” kata Agustina.

Tantangan ketiga, lanjut Agustina Putri Wijaya, ketika belanja daring, harapan konsumen saat menerima barang, kemasannya baik dan isinya tidak bergeser atau rusak.

Disinilah keahlian Jet Commerce. Salah satunya dengan kemasan menarik dan unik, sehingga konsumen tertarik dan juga untuk dibagikan di media sosial.

“Kita mendesain packaging secara khusus, misalnya untuk produk handphone  bagaimana kemasannya aman dan bisa melindungi barang dari tekanan, guncangan, hingga benturan selama pengiriman, sehingga tak ada komplain barang rusak,” ujarnya.

Contoh lain, untuk produk wanita seperti kosmetik premium, desain kemasannya bisa dipesan sesuai keinginan. “Sehingga, konsumen menerimanya seperti kado. Hal ini meningkatkan pengalaman berbelanja lebih baik, dan ada diferensiasi antara belanja online dan offline,” ujanrya.

Menurut Agustina Putri Wijaya, apa yang dilakukan Jet Commerce ini memberikan layanan secara menyeluruh kepada pelaku bisnis daring. “Kita menawarkan solusi, agar brand fokus untuk memikirkan dan melakukan improvisasi produknya ke depan. Sementara Jet Commerce lebih fokus pada bagian operation dalam membantu brand memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen,” ujarnya.