MGMP akan Diaktifkan Kembali untuk Dukung Penguatan Pendidikan Karakter

dikbud
Dirjen GTK Kemendikbud Supriano menyaksikan pameran pendidikan pada peringatan Hardiknas di Kota Surakarta. (ist)

SURAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengaktifkan kembali peran forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk Penguatan Pendidikan Karakter peserta didik. Pendekatan ini merupakan implementasi dari kebijakan zonasi guna meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan, terutama dalam pembekalan pendidikan karakter.

“Peran guru tidak terlepas dari pembentukan karakter anak didiknya, sehingga Kemendikbud berupaya untuk memberikan pembekalan pendidikan karakter,” ujar Supriano, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, saat membuka Pekan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019, di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019).

Pembekalan ini, lanjutnya, antara lain, dilakukan melalui forum MGMP, sebagai bagian dari pola kebijakan zonasi, dan diterapkan mulai tahun ajaran 2019.

Dalam penerapannya, MGMP akan bersinergi dengan pemangku kepentingan pendidikan di daerah.

Materi pendidikan karakter tersebut akan memfokuskan kepada sinergi pendidikan dengan kebudayaan untuk membentuk pembiasaan yang baik terhadap karakter siswa. Melalui budaya dan kesenian, siswa memupuk karakter dan diimplementasikan kedalam jiwanya, dan dari situlah siswa dapat belajar berani, percaya diri, sabar, kerjasama, dan kepedulian terhadap sesamanya.

“Oleh karena itu, pendidikan tidak dapat terlepas dari kebudayaan,” jelas Supriano.

Sementara itu, Tartid Supriyadi, Ketua Satuan Tugas Penguatan Pendidikan Karakter Jawa Tengah, menjelaskan MGMP telah berjalan dengan baik, dan terus ditingkatkan sesuai dengan zona sekolah.

“Semua kabupaten/kota sudah jalan, hanya yang berubah nanti zonasi, jadi pemilihan guru nantinya yang berada di dalam zona tersebut,” ujarnya. Dengan demikian, tambahnya, ke depan, guru inti tidak akan bertumpuk di suatu tempat, tapi tersebar di tiap zona.

Tartid, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan Jawa Tengah, menjelaskan, perhelatan Hardiknas 2019 merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dengan pusat.