Sekolah Maju di Era Digital

SMP Muahmmadiyah1 PK Boyalali Gelar Ujian Nasional Ismuba Gunakan Smartphone/Android

Sekolah Maju di Era Digital
Sekolah Maju di Era Digital

BOYOLALI, MENARA62.COM — SMP Muhammadiyah 1 Program Khusus (PK) Boyolali, Jawa tengah, sebagai sekolah yang sadar teknologi dan berkemajuan, melaksanakan Ujian Naional Ismuba ( Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) dengan menggunakan smartphone/android, pada Senin (15/4/2019) sampai Kamis (18/4/2019).

Joko Triyanto S Kom MPdI, kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 PK Boyolali menyampaikan program ini sebagai bukti sekolah yang Maju.

“Program ini dilaksanakan dalam rangka menjawab tantangan zaman modern Revolusi 4.0 dan era digitalisasi. Perkembangan Globalisasi era digitalisasi saat ini, memang perlu untuk ditanggapi dengan serius oleh masyarakat, bahkan dari segala lapisan masyarakat perlu mengenal perubahan teknologi ini,” ujanrya.

Joko mengatakan, lembaga pendidikan sebagai basis utama pembentukan keilmuan putra putri bangsa, juga perlu diarahkan untuk mengaplikasikan era digitalisasi. “SMP kami telah menerapkan hal ini,” ujarnya.

Menurutnya, siswa-siswi sudah mengerjakan ujian tanpa menggunakan kertas. “Yang ada hanyalah kartu ujian dan smartphone/android di atas meja peserta ujian,” ujar Joko.

Upik Yulianti Amd, guru bahasa Arab menyampaikan, program baru ini adalah perpaduan antara sifat muhammadiyah dan teknologi.

“Ujian dengan smartphone/android adalah wujud nyata dari Visi Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan. Terbukti SMP Muh PK Boyolali sebagai Amal Usaha Muhammadiyah, mampu memadukan ujian Ismuba dengan teknologi. Dan tetap agenda rutin, sebelum ujian dimulai siswa diberi motivasi ustadz/zah dan sholat dhuha serta murajaah,” ujar Upik.

Figur Margawidy S Pd, operator sekolah mengatakan, ini adalah ujian pertama dan dapat dijadikan percontohan bagi sekolah lain baik negeri maupun swasta.

“Ini merupakan pertama kalinya bagi kedua sekolah melaksanakan ujian Ismuba menggunakan smartphone, dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain baik negeri maupun swasta yang ada di seluruh Indoneaia,” ujarnya.

Penulis: Upik Yulianti/Humas SMP Muhammadiyah 1 PK Boyolali