Kesetaraan Gender Dapat Memperkuat Perekonomian Bangsa
Kesetaraan Gender Dapat Memperkuat Perekonomian Bangsa

TANGERANG, MENARA62.COM – Kesetaraan gender, dapat memperkuat perekonomian bangsa. Demikan antara lain pesan Sri Mulyani Indarwati, Menteri Perekonomian RI dalam pembukaan Rapat Koordinasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang berlangsung di ICE BSD, Rabu (24/4/2019).

Ia bicara mengenai kesetaraan gender dilihat dari sisi ekonomi, bagaimana relevansinya dengan pembangunan ekonomi dalam memperkuat perekonomian sebuah bangsa?

“Setara itu tidak selalu identik sama, tetapi artinya kesempatan diberikan secara sama kepada mahluk yang memiliki jenis kelamin berbeda. Kesetaraan gender tidak hanya benar dari sisi moral, tidak hanya penting dari sisi keadilan. Masalah kesetaraan gender tidak hanya masalah moralitas atau penting dari  sisi sudut keadilan, tapi sangat penting dan relevan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, di dalam ekonomi, kesetaraan gender merupakan suatu hal yang sangat positif. Kalau bicara ekonomi, berarti bicara sesuatu yang bisa diukur, seperti kita bicara soal GNP atau produk domestik bruto, yang sekarang mungkin sudah di atas 15 ribu triliun.

“Bicara tentang income per kapita, sekarang 4000 dolar per kapita. BIcara soal inflasi sebesar 3,2 %. Jadi semua diukur. Begitupun bicara tentang kesetaraan gender dari sisi ekonomi, maka kita perlu mengukurnya,” kata Sri Mulyani.

Buktinya, lanjut Sri, sebuah lembaga konsultan internasional terkenal di dunia, Mc Kinsey dalam sebuah penelitian mengungkapkan, kesetaraan gender itu bisa diukur dari akibat ekonominya. Dalam studinya digambarkan, bila negara tidak menciptakan kesetaraan gender ada ‘kue ekonomi’ yang hilang atau tidak mampu diciptakan dan nilainya sebesar 12 triliun Dolar Amerika.

“Angka ini kira-kira sebesar 16,5 % dari total ekonomi global. Kalau dunia menciptakan suasana lebih setara antara perempuan dan laki-laki maka ekonomi dunia bisa meningkat 16,5 % lebih tinggi.  Kira-kira ini 8 kali ekonomi Indonesia atau sama dengan size ekonominya Jerman, Jepang, dan Inggris sekaligus. Sebesar itulah ekonomi yang hilang jika dunia belum mampu menciptakan kesetaraan gender,” ujarnya.