BTM & JSM Dukung Masterplan KNKS

Jakarta MENARA62.COM, Dua komunitas pengembangan ekonomi syariah di Muhammadiyah yaitu Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) dan Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM), bersepakat untuk mendukung Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang telah menerbitkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019 – 2024, tentang pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Dengan adanya masterplan tersebut, sebagai bentuk panduan kebijakan dan keuangan syariah dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai pemain utama ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Terkait dengan hal itu BTM & JSM sebagai ekosistem pengembangan ekonomi syariah di Muhammadiyah, memiliki kewajiban untuk mensukseskan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan dan Ketua JSM Bambang Wijonarko kepada Direktur Eksekutif KNKS Vintje Rahardjo Soedigno, kemarin selasa (14/5/2019), dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019 – 2024 di gedung Kementrian BPN / Bappenas – Jakarta.

Menurut pandangan Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan, bahwa inti dari Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia adalah membangun infrastruktur dan ekosistem ekonomi syariah. Hal itu sudah tepat sekali karena dalam sekian dekade pembangunan ekonomi syariah di Indonesia di dukung dari kesadaran masyarakat dalam berkeinginan untuk memiliki transaksi keuangan syariah. Untuk itulah membangun ekosistem ekonomi syariah merupakan salah satu point stategi yang tepat dalam memasyarakatkan ekonomi syariah.

Terciptanya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, bagi BTM yang merupakan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) diranah organisasi Islam terbesar di tanah air, kata Agus, memiliki kepentingan untuk berelaborasi dengan KNKS dalam mengimplementasikan program – program tersebut. Apalagi penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tertera dalam panduan masterplan tersebut sudah menjadi konsen dari BTM bertahun – tahun dalam mengajak masyarakat Indonesia keluar dari “jerat kemiskinan” dan sekaligus sebagai keuangan inklusi dalam memberdayakan UMKM.

Bahkan, dalam Gerakan Micofinance Muhammadiyah (GMM) yang dideklarasikan oleh Induk BTM bercita – cita besar dalam mewujudkan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah ditiap – tiap PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk berdiri satu BTM. “Dengan berdirinya BTM diseluruh jaringan Muhammadiyah di tanah air akan memudahkan pemerintah terutama KNKS dalam akselerasi tercapaianya masterplan terutama adalah pengutan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),”tandas Agus.

Senada dengan Agus, Ketua JSM Bambang Wijonarko, merespon positif lahirnya masterplan yang dibuat oleh KNKS tersebut. Setelah membaca dan menganalisa Masterplan Ekononomi Syariah Indonesia, Bambang akan menindaklanjuti secara kongkrit dengan menggerakkan jejaring JSM diberbagai wilayah dan daerah tanah air untuk mensukseskannya visi dan misi dalam masterplan tersebut. Apalagi para anggota JSM adalah para saudagar – saudagar di Muhammadiyah dengan lintas profesinya, tentunya tidak asing lagi dalam pembangunan ekosistem ekonomi syariah.

Diterangkan oleh Bambang, sejak Muhammadiyah mengembangkan pilar ketiga (ekonomi) dalam Muktamar Muhmmadiyah ke – 47 di Makassar – Sulawesi Selatan 2015, disambut dengan berdirinya JSM sebagai pelaku dalam mengembangkan pilar ketiga Muhammadiyah. Dengan adanya JSM memudahkan antar warga Muhammadiyah untuk bersinergi bisnis dan sekaligus sebagai pintu bagi pemerintah, BUMN dan swasta berinteraksi bersama – sama Muhammadiyah dalam memajukan perekonomian nasional.

“Jadi diluncurkannya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia bagi JSM sangat siap dalam agenda – agenda kemiteraan KNKS untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi syariah dan halal life style,”pungkas Bambang.