Ketua Umum Kowani Hadiri Sidang Umum ECICW di Ukraina

giwo2
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto akan mengikuti sesi Sidang Umum musim semi yang digelar Dewan Nasional Wanita Ukraina dan Pusat Eropa Dewan Wanita Internasional (ECICW) di Kota Kiev dan Chernihiv, Ukraina. Pertemuan tersebut berlangsung 19-24 Mei 2019. Di kota tersebut Giwo akan melihat dan mempelajari bagaimana perempuan bisa bertahan ditengah konflik social dan politik.

“Ukraina adalah Negara yang baru saja merdeka dari Rusia. Tentu konflik politik dan konflik social berimbas pada kaum perempuan,” kata Giwo, kemarin.

Kehadiran Giwo dalam even tersebut menjadi bagian dari tugasnya sebagai Vice President ICW untuk Asia Pasific. Ia merasa perlu untuk mempelajari dan mengetahui sejauh mana implementasi pemberdayaan kaum perempuan di Negara Ukraina pasca gejolak politik.

Selama kunjungannya di Ukraina, Giwo juga akan berkesempatan mengetahui tentang tenaga kerja wanita, mengetahui tentang bagaimana pemerintah setempat memperhatikan masalah pemberdayaan perempuan melalui paparan yang akan disampaikan pihak ECICW.

“Gejolak politik yang cukup panjang dan intensif  tentu berimbas pada perempuan. Nah bagaimana kaum perempuan disana melepaskan diri dari trauma dan siksaan akibat perang maupun revolusi,” tukas Giwo.

Giwo sendiri terpilih menjadi Vice President ICW untuk regional Asia Pasific secara aklamasi pada pertemuan Sidang Umum ke-35 ICW di Yogyakarta  pada 11-20 September 2018. Pertemuan tersebut diselenggarakan ole Kowani.

Terpilihnya Giwo juga mencerminkan bahwa Kowani yang menaungi 92 organisasi perempuan Indonesia dan secara total beranggotakan sekitar 62 juta perempuan Indonesia, dapat diterima dengan sangat baik untuk menjadi pimpinan ICW.

Posisi strategis Giwo di ICW itu sekaligus memastikan bahwa Indonesia selalu berada dalam pergaulan dan interaksi di dunia internasional.

Bagi Giwo yang selalu concern pada pemberdayaan perempuan dan anak, ICW telah membuka ruang bagi perempuan dari seluruh dunia untuk saling bertukar informasi mengenai isu-isu yang dihadapi masing-masing negara, serta solusi dan ide yang dapat diterapkan.

“Dengan demikian, kaum perempuan dapat terus bahu membahu dan saling membantu satu sama lain untuk mencapai kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh penjuru dunia,” tuturnya.

Giwo yang pernah menjabat Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ini mengatakan sejak kecil, ia memiliki keinginan untuk mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi perempuan. Karena itu, ia mendedikasikan hidupnya untuk terus mengupayakan pencapaian kesejahteraan bagi kaum perempuan, tanpa memperdulikan perbedaan yang ada.

“Saya sangat percaya akan nilai-nilai yang dijunjung oleh ICW dan saya ingin mendedikasikan waktu, sumber daya, serta energi saya untuk terus memperjuangkan gerakan ini,” ungkapnya.

Giwo sebelumnya di ICW menjabat Koordinator Komite Tetap Bidang Komunikasi, bersama dengan pengurus Kowani lainnya, Uli Silalahi yang menjabat Koordinator Komite Tetap Bidang Pembangunan Berkelanjutan.

Ia menjadi perempuan Indonesia yang masuk dalam jajaran pimpinan ICW, setelah Kuraisin Sumhadi yang pernah menjadi Presiden ICW periode 1994-1997.

International Council of Women (ICW) sendiri adalah perkumpulan tokoh perempuan dunia yang berafiliasi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Didirikan pada 1888 di Washington DC dan Kowani menjadi anggota ICW pada 1973.