Menteri Nasir Larang Simbol Kampus Dibawa ke Aksi Kedaulatan Rakyat

ristek
Menristekdikti Mohammad Nasir usai melakukan pertemuan dengan sejumlah oganisasi mahasiswa kelompok Cipayung Plus
JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir melarang simbol-simbol kampus dibawa dalam aksi Kedaulatan Rakyat tanggal 22 Mei 2019. Sebab itu bisa merusak sendi-sendi akademik kampus.
Usai berdialog dengan organisasi mahasiwa kelompok Cipayung Plus Nasir mengimbau agar mahasiswa tetap berada di kampus, melakukan aktivitas seperti biasa.
“Mahasiswa melakukan aktivitas di dalam kampus itu lebih baik. Karena ini prosedur hukumnya sudah berjalan dengan baik. Jadi semua sudaj berjalan sesuai dengan amanat konstitusi,” kata Nasir, Senin (20/5).
Ia juga mengajak seluruh kampus di Indonesia, untuk tidak datang ke Jakarta menghadiri apa yang dilakukan pada 22 Mei yaitu tentang hasil pemilu oleh KPU. Serahkan semuanya kepada KPU.
“Jangan sampai adanya pemilu, membuat ada yang tersakiti. Dalam pemilu, kalah menang itu biasa. Bagi yang menang tidak jumawa, yang kalah jangan merasa rendah diri. Mari kita bangun Indonesia ke depan yang lebih baik,” lanjutnya.
Menristek mengatakan tidak bertanggung jawab (pada mahasiswa yang turun ke jalan pada 22 Mei). Kalau mereka membawa simbol-simbol kampus, kampus yang akan menindak, nanti kami akan sampaikan hal itu. Jangan sampai simbol-simbol kampus dibawa. Karena itu akan merusak sendir-sendi akademik.
Bagi yang melanggar kampus urusannya nanti. Kami sudah beri peringatan ke kampus,” tukas Nasir.
Lagi pula lanjutnya ini sudah berjalan dengan baik sesuai amanat konstitusi. Kalau memang terjadi kecurangan, diduga curang, silakan melalui prosedur hukum yang ada, dilaporkan ke Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi.