Safari Ramadan Lazismu, Syaikh dari Palestina Ajak Masyarakat Gemar Baca Al Quran

lazismu
Imam Al Hilouw saat memberikan tausiyah di masjid Khuzaimah Pekalongan

PEKALONGAN, MENARA62.COM – Melanjutkan safari Ramadhan Lazismu Jawa Tengah bersama syaikh dari Palestina di kabupaten Pekalongan, pagi ini Senin (20/05/19) rombongan melaksanakan shalat subuh di masjid Khuzaimah. Masjid terbesar yang menjadi pusat dakwah Muhammadiyah Daerah Kabupaten Pekalongan. Masjid tersebut mempunyai halaman yang luas, menjadi satu komplek dengan bangunan prasarana pendidikan dan dakwah di bidang lain.

Namun ada satu lagi masjid yang oleh warga Muhammadiyah Pekalongan tidak boleh dikesampingkan, yaitu masjid Al-Ikhlas kecamatan Kajen, Pekalongan. Lokasinya tidak terlalu jauh dari masjid Khuzaimah, hanya sekitar 2 kilometer. Meski berada di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Kajen punya sejarah yang tidak boleh dilupakan, karena masjid ini menjadi titik awal perkembangan Muhammadiyah di Pekalongan.

Jamaah shalat tarawih di masjid Al-Ikhlas, kemudian saat shalat subuh di masjid Khuzaimah bersama imam syaikh Muhammed Al Hilouw. Bakda shalat dilanjutkan dengan tausiyah dan menyampaikan kabar tentang kondisi Palestina, yang diterjemahkan oleh ustazd Syarifudin LC.

Dalam tausiyahnya imam menyampaikan betapa pentingnya mempelajari Al-Qur’an. Seluruh rahasia kehidupan dunia dan kehidupan akherat ada dalam Al-Qur’an. Karenanya orang akan tersesat jika tidak tahu tentang isi kandungan Qur’an.

Dia menceritakan bahwa di Gaza tempat dia tinggal, ada banyak markaz penghafal Qur’an yang memberikan pelajaran menghafal Qur’an kepada anak-anak. Kebanyakan anak yang serius sudah hafal Qur’an di usia belasan tahun. Dia sudah banyak memperhatikan hal tersebut, karena dia adalah pemilik markaz penghafal Qur’an dan menjadi guru menghafal Qur’an dan hadits nabi.

Imam Al Hilouw mengharapkan agar di Indonesia juga banyak berdiri markaz hafalan Qur’an. Seperti di masjid, sekolah, maupun organisasi dakwah seperti Muhammadiyah dan Lazismu.

Syaikh juga menyampaikan tentang kondisi Palestina saat ini. Dia mengatakan bahwa Pallestina adalah tanah yang diberkahi, dan dipilih oleh Allah sebagai tempat mi’roj nabi Muhammad menuju ke langit sidrotul muntaha.

Namun saat ini sedang diuji dengan intensifnya serangan zionis Israel dengan berbagai macam bom, baik dari darat maupun dari udara. Sehingga membuat hidup di sana tidak tenang, dan selalu dihantui rasa takut.

“Tidak perlu takut atau mundur. Percaya kepada Allah, terus tingkatkan ketakwaan kepada Allah, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Karena itulah salah satu kunci disayangi dan dikasihi Allah dan menjadi kunci sukses hidup di dunia dan akherat,” papar Syaikh.

Menanggapi pentingnya pembelajaran Al-Qur’an, Direktur Lazismu Alwi Mashuri menyampaikan bahwa Lazismu Jawa Tengah sedang menyusun rencana pembelajaran Qur’an tersebut. Mulai dari pembelajaran tahsin, atau cara membaca Qur’an yang benar, kemudian pembelajaran bahasa Arab. Diharapkan tidak lama lagi program ini bisa berjalan.

Sampai akhir acara pagi ini sudah di Pekalongan terkumpul infaq sebanyak 60 juta lebih. Dan diharapkan masih bertambah lagi, karena masih ada kesanggupan infaq  yang belum terkumpul.  Meskipun jadwal syaikh Palestina di Pekalongan sudah berakhir hari ini Senin (20/05/19), namun donasi masih akan berlanjut sampai akhir Ramadhan.

Diharapkan  di akhir Ramadhan akan terpenuhi target pengumpulan sebanyak 100 juta. Demikian komentar ketua BP Lazismu Pekalongan, Riyanto menutup pembicaraan. (Hasan)